Siswa Meninggal karena Kanker Darah, Sekolah Malah Salahkan Orang Tuanya

Setelah kematian Zhou, pendiri sekolah, Wang Hongqi, menyalahkan orang tuanya atas penyakit itu.

Suara.Com
Vika Widiastuti | Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Siswa Meninggal karena Kanker Darah, Sekolah Malah Salahkan Orang Tuanya
Kanker darah (Shutterstock)

Suara.com - Seorang siswa di China meninggal karena leukemia atau kanker darah. Bocah tersebur bernama Zhou Zuorui.

Anehnya, bukannya berbelasungkawa, sekolah malah menyebut meninggalnya bocah 9 tahun itu sebagai karma orang tuanya.

Sekolah yang mengajarkan budaya tradisional di timur laut China itu mengatakan, penyakit yang merenggut nyawa Zhou merupakan balasan atas dosa-dosa keluarganya, seperti diberitakan Next Shark, Jumat (22/3/2019).

Chongqing Morning News melaporkan, Zhou meninggal pada 11 Desember 2018 setelah jatuh sakit selama seminggu di Yukun Guoxue Experimental School di wilayah Yitong county, provinsi Jilin.

Seorang perawat sekolah dilaporkan merawat Zhou menggunakan obat tradisional China begitu gejalanya muncul untuk kali pertama. Menurut China Digital Times, perawatan yang dilakukan untuk demamnya antara lain terapi pengikisan dan bekam.

Selama perawatan, Zhou hanya diberi makan setengah mangkuk bubur sehari, serta bubuk makanan khusus yang diproduksi di kantor medis sekolah. Tak lama kemudian, mereka menemukan benjolan di perut Zhou, sehingga pihak sekolah akhirnya menghubungi orang tua Zhou agar membawanya ke rumah sakit.

Ilustrasi kanker (Pixabay/PDPics)
Ilustrasi kanker (Pixabay/PDPics)

Tiga hari sebelum kematian Zhou, pemeriksaan darah lengkap mengungkapkan bahwa sel darah putihnya turun menjadi 550,12, jauh di bawah tingkat normal (5.000-10.000). Selain itu, pencitraan medis menunjukkan bahwa Zhou mengalami hepatosplenomegali atau pembengkakan hati dan limpa, yang merupakan pertanda khas leukemia.

Zhou meninggal tanpa menjalani pungsi lumbar untuk mengonfirmasi leukemia. Meskipun demikian, ia menjalani perawatan untuk leukemia.

Setelah kematian Zhou, pendiri sekolah, Wang Hongqi, menyalahkan orang tuanya atas penyakit itu. Ia mengklaim bahwa dosa orang tua Zhou adalah penyebab kematian tersebut.

"Anak Anda menderita leukemia karena keluarga Anda telah berbuat dosa terlalu banyak," kata Wang, dikutip dari South China Morning Post. "Sebagai orang tua, Anda harus bertobat."

Orang tua Zhou lantas tak tinggal diam. Mereka marah atas tindakan sekolah dan berusaha mengajukan gugatan, tetapi polisi setempat memutuskan bahwa kasus itu gagal memenuhi standar untuk menetapkan tuduhan. Tak patah semangat mencari keadilan, mereka kemudian membawa masalah tersebut ke Weibo, hingga menarik perhatian biro pendidikan wilayah setempat.

Setelah diselidiki, Sekolah Yukun dinilai lalai dalam menangani kondisi Zhou, sehingga mengakibatkan keterlambatan dalam perawatan medis yang tepat. Mereka juga menemukan bahwa perawat sekolah tidak memenuhi syarat medis.

Sementara orang tua Zhou terus mencari keadilan, Wang berhasil menuntut mereka karena pencemaran nama baik. Dia juga menuntut permintaan maaf.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini