cancel

Ini Dampak Kelebihan Vitamin D Pada Lansia

Tak boleh kekurangan, tapi kelebihan vitamin D pun berdampak buruk buat kesehatan.

Vania Rossa
Ini Dampak Kelebihan Vitamin D Pada Lansia
Ilustrasi pasangan lansia. (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah studi baru tentang efek vitamin D menemukan bahwa terlalu kelebihan vitamin D dapat menyebabkan gerak refleks yang melambat dan meningkatkan risiko jatuh pada lansia.

Vitamin D punya peran yang sangat vital di dalam tubuh manusia. Tanpa vitamin D, tubuh tidak dapat menyerap kalsium yang merupakan komponen utama tulang. Vitamin D juga dapat melindungi dari kanker dan diabetes.

Tubuh mensintesis vitamin D ketika kulit terpapar sinar matahari, sehingga jumlah vitamin D yang diproduksi kulit tergantung pada beberapa faktor, termasuk tempat tinggal, musim, dan pigmentasi kulit. Pada orang yang jarang terpapar cahaya matahari, produksi vitamin D dapat menurun atau sama sekali tidak ada.

Pada orang lanjut usia, mereka lebih sulit untuk menyerap vitamin D karena mungkin tidak mendapatkan paparan sinar matahari secara teratur. Dalam hal ini, mengonsumsi suplemen vitamin atau multivitamin yang mengandung vitamin D dapat membantu meningkatkan kesehatan tulang dan meningkatkan daya ingat.

Hasil studi mengaitkan kekurangan vitamin D dengan kondisi seperti demensia, depresi, diabetes, autisme, dan skizofrenia. Itu sebabnya, seiring bertambahnya usia, sangat penting untuk memastikan tubuh mendapatkan jumlah vitamin D yang tepat.

Menurut National Institutes of Health (NIH), jumlah vitamin D harian yang disarankan adalah 400 IU untuk bayi 0–12 bulan, 600 IU untuk anak-anak dan dewasa, serta 800 IU untuk lansia.

Meski begitu, patut diperhatikan agar asupan vitamin D ini tidak berlebihan. Kelebihan vitamin D juga dapat menimbulkan risiko. Sebuah studi yang dipimpin oleh Rutgers University menemukan bahwa perempuan lansia obesitas yang mengonsumsi lebih dari tiga kali dosis vitamin D harian yang direkomendasikan memiliki gerak refleks yang lebih lambat. Dan gerak refleks yang melambat akan meningkatkan risiko terjatuh pada lansia.

Centers for Disease Control and Prevention memperkirakan bahwa 1 dari 4 orang dewasa berusia 65 tahun ke atas akan mengalami jatuh setiap tahunnya. Dan baru-baru ini, para ilmuwan di Universitas Rutgers, New Brunswick, juga melakukan penelitian yang mengamati faktor risiko jatuh. Mereka menerbitkan hasilnya di The Journals of Gerontology: Series A.

Mereka menganalisis efek vitamin D pada tiga kelompok perempuan berusia 50-70 dalam uji coba terkontrol secara acak.

Kelompok pertama mengambil dosis harian vitamin D yang disarankan, yaitu 600 IU. Kelompok kedua mengambil dosis 2.000 IU, dan yang ketiga mengambil dosis 4.000 IU.

Lanjut ke halaman berikutnya chevron_left Sebelumnya Selanjutnya chevron_right

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini

Loading…
Berita Lainnya