Tidak BAB Seminggu, Lelaki Alami Operasi Pengangkatan Usus

Waduh, lelaki alami operasi pengangkatan usus karena tidak BAB selama seminggu. Kok bisa?

Suara.Com
M. Reza Sulaiman | Yuliana Sere
Tidak BAB Seminggu, Lelaki Alami Operasi Pengangkatan Usus
Kotoran menumpuk karena tidak BAB selama seminggu, lelaki jalani operasi pengangkatan usus. (Shutterstock)

Suara.com - Tidak BAB Seminggu, Lelaki Alami Operasi Pengangkatan Usus

Terganggunya frekuensi buang air besar (BAB) sehari saja, sakit perut yang dirasakan sudah bikin kewalahan. Apa jadinya jika tidak BAB selama seminggu?

Hal ini dialami oleh seorang lelaki asal Kaohsiung, Taiwan. Lelaki berusia 80 tahun yang tidak disebutkan namanya tersebut hampir mati karena penumpukan kotoran di usus, akibat tidak BAB selama seminggu.

Dikutip Himedik dari World of Buzz, para dokter melakukan beberapa tes pada dirinya untuk mengetahui masalahnya dan menemukan bahwa ususnya penuh dengan kotoran.

Hal ini menyebabkan dia menderita kolitis karena ususnya meradang dan dokter mengatakan bahwa kondisi ini dapat menyebabkan kondisi yang mengancam jiwa seperti sepsis atau peritonitis jika dia tidak datang ke rumah sakit.

Lelaki itu menjalani operasi dan dokter mengatakan mereka menemukan sebagian ususnya telah nekrotikan atau infeksi dan berubah menjadi hitam, yang berarti jaringan di sana telah mati.

Sakit perut karena sembelit alias tidak BAB selama seminggu. (Shutterstock)
Sakit perut karena sembelit alias tidak BAB selama seminggu. (Shutterstock)

Dokter bedah tidak punya pilihan selain mengangkat ususnya. Pria paruh baya itu pun harus dirawat di rumah sakit selama setengah bulan.

Dokter mengatakan ketika usus dalam kondisi sehat, mereka biasanya berwarna merah muda tetapi satu bagian dari usus pria itu telah menjadi hitam karena kotoran yang menumpuk selama seminggu.

Dokter menyarankan orang lain untuk tidak menganggap sembelit sebagai hal sepele karena itu bisa menjadi masalah serius.

Dokter juga menegaskan bahwa minum 2 liter air sehari dapat membantu meringankan sembelit. Selain itu, makan makanan yang seimbang dan tepat dengan makanan berserat tinggi sangat penting.

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini