Wabah Campak di New York, Anak Tidak Divaksin Dilarang ke Mal dan Sekolah

Pemerintah kota melarang anak-anak yang tidak divaksin campak untuk pergi ke sekolah dan mal.

Suara.Com
M. Reza Sulaiman
Wabah Campak di New York, Anak Tidak Divaksin Dilarang ke Mal dan Sekolah
Pasien campak berasal dari keluarga yang tidak vaksin. (Shutterstock)

Suara.com - Wabah Campak di New York, Anak Tidak Divaksin Dilarang ke Mal dan Sekolah

New York saat ini sedang menghadapi wabah campak terburuk sepanjang sejarah.

Pemerintah kota pun mengambil kebijakan drastis guna mengurangi penularan, sekaligus memperlambat penyebaran kasus.

Dalam pernyataannya, Ed Day, County Executive Rockland County, New York, mengatakan peraturan pelarangan anak yang tidak divaksin campak untuk pergi ke ruang publik seperti sekolah dan mal berlaku untuk 30 hari, atau sampai semua anak-anak mendapatkan imunisasi campak dan rubella.

"Kami tidak akan tinggal diam sementara anak-anak di lingkungan kami mengalami risiko tinggi. Ini adalah krisis kesehatan masyarakat, dan sudah waktunya menyalakan alarm tanda bahaya," ujar Day, dilansir Reuters.

Selain sekolah dan mal, tempat ibadah juga dilarang untuk didatangi oleh anak yang belum divaksin. Meski begitu, taman dan tempat bermain bukan termasuk area yang dilarang.

Dalam laporan terbaru, tercatat ada 153 kasus campak yang terkonfirmasi. Sebagian besar pasien terjadi di kelompok anak-anak yang belum divaksinasi.

Dinas Kesehatan Banyuwangi bersama dengan UNICEF dan tim kesehatan FKM Unair Surabaya melakukan sweeping untuk imunisasi ORI difteri di pusat perbelanjaan dan pasar di Banyuwangi, Sabtu (22/12/2018)
Imunisasi kepada anak-anak usia sekolah. (Suara.com/M Reza Sulaiman)

Kasus campak terjadi banyak di usia anak-anak sekolah, yang orang tuanya menolak vaksinasi. Alasan penolakan pun beragam, mulai dari kepercayaan, agama, ataupun kabar soal risiko kesehatan.

Peraturan serupa juga diterapkan di Italia, di mana anak-anak yang belum divaksin dilarang untuk bersekolah. Meski menuai kontroversi, diharapkan peraturan ini bisa menekan angka penyebaran penyakit campak.

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini