Moms Harus Tahu, Bertengkar dengan Pasangan Saat Hamil Bisa Pengaruhi Bayi

Pertengkaran yang berlebihan bisa menandakan gangguan emosi yang bisa menyebabkan stres.

Suara.Com
Vika Widiastuti | Yuliana Sere
Moms Harus Tahu, Bertengkar dengan Pasangan Saat Hamil Bisa Pengaruhi Bayi
Ilustrasi pasangan sedang konflik atau bertengkar. (Shutterstock)

Suara.com - Saat hamil, seorang wanita biasanya akan mengalami perubahan emosional yang bisa memicu perselisihan dan pertengkaran. Bagi setiap orang tuanya harusnya waspada menghadapi situasi semacam ini karena hal ini bisa berdampak serius bagi ibu dan bayi

Perubahan ini disebabkan oleh tingkat hormon estrogen dan progesteron yang berubah dengan cepat selama kehamilan, dikutip HiMedik dari livestrong.

Pertengkaran yang berlebihan bisa menandakan gangguan emosi yang bisa menyebabkan stres.

Kadang di saat ini, perubahan tersebut bisa membingungkan suami bahkan ia tidak dapat memahami apa yang salah.

Argumen yang parah dapat menandakan masalah mendasar yang lebih besar, seperti depresi atau gangguan kecemasan.

Selain itu, argumen seperti ini juga dapat menyebabkan banyak stres bagi para ibu. Menurut Baby Center, ini memengaruhi kesehatan fisik bayi.

Berpelukan setelah bertengkar bisa bikin tenang. (pixabay)
Berpelukan setelah bertengkar bisa bikin tenang. (pixabay)

Ibu yang menderita masalah emosional yang tidak diobati selama kehamilan lebih cenderung memiliki persalinan prematur.

Kecemasan dan depresi tidak hanya memengaruhi bayi, tetapi juga bisa memengaruhi sang ibu.

Ibu dengan gangguan emosi yang tidak diobati lebih cenderung menderita depresi pascapersalinan.

Karena itu penting untuk berkonsultasi dengan dokter tentang mengatur perubahan suasana hati.

Untuk menghindari hal itu, ada baiknya kamu dan pasangan saling komunikasi tentang perubahan yang kamu alami. Percayalah, ini akan sangat membantu.

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini