Duh, Manfaat Gizi Ikan Mujair Bisa Hilang karena 3 Hal Ini

Manfaat gizi ikan mujair hilang akibat tindakan orang tak bertanggung jawab.

Suara.Com
M. Reza Sulaiman | Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Duh, Manfaat Gizi Ikan Mujair Bisa Hilang karena 3 Hal Ini
Ikan mujair tinggi gizi dan nutrisi. [Shutterstock]

Suara.com - Duh, Manfaat Gizi Ikan Mujair Bisa Hilang karena 3 Hal Ini

Makan ikan mujair merupakan salah satu sumber gizi yang baik dengan harga yang cukup murah.

Dikutip Himedik dari Healthline, 100 gram ikan mujair mengandung 26 gram protein dan hanya 128 kalori. Selain itu, ikan mujair kaya akan niasin, vitamin B12, fosfor, selenium, dan kalium.

Ikan mujair juga merupakan sumber protein tanpa lemak, dengan hanya 3 gram lemak per sajian. Namun, meski sedikit, jenis lemak pada ikan inilah yang menjadi salah satu penyebab dampak buruknya.

1. Lemak bikin inflamasi

Ikan mujair hanya mengandung 240 mg asam lemak omega-3 per sajian, sepuluh kali lebih sedikit dari salmon liar. Kandungan asam lemak omega-6 ikan ini lebih banyak daripada omega-3.

Healthline menyebutkan, asam lemak omega-6 sangat kontroversial, tetapi umumnya dianggap kurang sehat daripada omega-3. Beberapa orang bahkan percaya, asam lemak omega-6 berbahaya dan meningkatkan inflamasi atau peradangan, jika dimakan berlebihan.

2. Risiko salmonella

Karena permintaan konsumen akan ikan mujair terus meningkat, peternakan ikan mujair dijalankan dengan metode yang hemat biaya, untuk menghasilkan produk yang relatif murah bagi konsumen.

Ilustrasi bakteri Listeria. (Shutterstock)
Ikan mujair yang berasal dari peternakan tidak higienis berisiko tularkan bakteri salmonella. (Shutterstock)

Sebuah laporan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengungkapkan bahwa ikan yang dibudidayakan di China diberi makan kotoran hewan ternak.

Meskipun praktik ini menurunkan biaya produksi, bakteri seperti Salmonella yang ditemukan dalam kotoran hewan bisa mencemari air dan meningkatkan risiko penyakit bawaan makanan atau foodborne diseases.

3. Bahan kimia picu kanker

Penggunaan bahan kimia dalam peternakan maupun pengemasan ikan mujair diketahui bisa menyebabkan kanker.

Artikel lain melaporkan bahwa FDA menolak lebih dari 800 pengiriman makanan laut dari China sejak 2007 hingga 2012, termasuk 187 pengiriman ilan nila dan mujair.

Seafood Watch dari Monterey Bay Aquarium juga melaporkan bahwa beberapa bahan kimia yang diketahui menyebabkan kanker dan efek toksik lainnya masih digunakan di peternakan ikan mujair di China meskipun beberapa di antaranya sudah dilarang sejak lebih dari 10 tahun yang lalu.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini