Diduga dari Kelompok Anti Vaksin, 2 Bayi di Australia Ini Tertular Campak

Penyakit campak di Australia disebut kerap terinfeksi dari wisatawan yang datang ke sana.

Suara.Com
Ade Indra Kusuma | Risna Halidi
Diduga dari Kelompok Anti Vaksin, 2 Bayi di Australia Ini Tertular Campak
Pasien campak. (Shutterstock)

Suara.com - Belum Divaksin, Dua Bayi di Australia Tertular Campak.

Bukan hanya di Indonesia, kelompok anti vaksin juga tumbuh subur di negara maju seperti Australia. Akibatnya banyak kasus campak muncul di negara berjuluk Benua Hijau tersebut.

Belum lama ini dikabarkan dua bayi asal Sydney, Australia terinfeksi campak.

Menurut NSW Health, dua bayi tersebut masuk dalam kasus campak ke-15 yang terlalu muda untuk divaksinasi.

Satu bayi yang masih berusia delapan bulan kemungkinan tertular penyakit campak di daerah Haymarket.

Bayi lainnya yang berusia 11 bulan, kemungkinan terkena campak di pusat perbelanjaan di daerah Eastwood, Castle Hill.

Sampai saat ini, NSW mencatat ada 46 kasus campak antara Januari 2017 samlai November 2018. Dan empat bulan setelah itu, ada 28 kasus campak lain yang tercatat.

Departemen kesehatan di Australia mengatakan tingkat imunisasi campak yang tinggi dapat mengurangi risiko tertular campak.

Di Australia sendiri, penyakit campak kerap terinfeksi dari wisatawan yang datang ke sana.

"Kekebalan kelompok menyediakan perlindungan bagi mereka yang tidak dapat divaksinasi seperti bayi dan orang-orang dengan sistem kekebalan yang lemah," kata direktur penyakit menular NSW, Dr Vicky Sheppeard.

Sejak 1966, vaksin campak telah disediakan secara gratis di Australia.

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini