Dijual Mahal di Luar Negeri, Simak 7 Manfaat Buah Ceplukan bagi Kesehatan

Mahalnya harga buah ceplukan di luar negeri ini tentu berkaitan dengan khasiat ajaibnya bagi tubuh.

Suara.Com
Vika Widiastuti
Dijual Mahal di Luar Negeri, Simak 7 Manfaat Buah Ceplukan bagi Kesehatan
Ilustrasi buah ceplukan (Pixabay/Alexas_Fotos)

Suara.com - Buah ceplukan biasanya ditemukan tumbuh liar di lahan kosong. Meski sering diabaikan, buah satu ini ternyata memiliki segudang manfaat untuk kesehatan, bahkan dipercaya bisa mencegah penyakit berbahaya. 

Tanaman ini biasa tumbuh di daerah beriklim hangat dan subtropis. Buah yang berbentuk hampir menyerupai tomat ini juga dikenal dengan nama lain Physalis.

Jika buah ceplukan ini sering diabaikan di Indonesia karena sangat mudah ditemukan. Sepertinya cemplukan justru sangat berharga bagi masyarakat luar negeri.

Terbukti, buah ceplukan ini banyak dijual secara online, salah satunya di situs mysupermarket.co.uk, 70 gram buah ceplukan ini bisa dihargai sampai Rp100 ribuan. Padahal di Indonesia kita bisa mendapatkannya secara gratis dan bebas di mana pun.

Mahalnya harga buah ceplukan di luar negeri ini tentu berkaitan dengan khasiat ajaibnya bagi tubuh. Buahnya bisa digunakan sebagai tomat, kulitnya bisa dimakan mentah dan pelengkap salad.

Di Tiongkok, buah ceplukan ini sering dijadikan obat alami mengatasi abses, batuk, demam dan sakit tenggorokan. HiMedik melansir dari womenfitness.net, buah ceplukan ini mengandung vitamin C 2 kali lebih banyak dari lemon.

Berikut ini manfaat dan sejumlah penyakit berbahaya yang bisa diatasi dengan satu tanaman ceplukan, mulai buah, dauh hingga batangnya:

7 Manfaat tanaman buah ceplukan yang sering tumbuh liar di lahan kosong (Pixabay/Capri23auto)
7 Manfaat tanaman buah ceplukan yang sering tumbuh liar di lahan kosong (Pixabay/Capri23auto)

1. Influenza

Semua bagian tanaman ceplukan dipercaya mampu mengatasi penyakit influenza yang berbahaya. Kita hanya perlu memotong buahnya seukuran 3-4 cm lalu dikeringkan.

Setelah dikeringkan, bungkus kembali buah ceplukan untuk menjaga kelembapannya. Cara mengonsumsinya dengan memasukkan buah ceplukan yang sudah dikeringkan pada segelas air panas dan minumlah sebanyak 3 kali sehari secara rutin.

2. Diabetes Mellitus

Hampir sama dengan mengobati influenza, kita cukup mengambil buah ceplukan yang sudah dikeringkan secukupnya lalu rebus dengan dua gelas air sampai tersisa 1 gelas air.

Minum rebusan buah ceplukan ini sebanyak 2 kali sehari, pagi dan sore secara rutin untuk mengatasi penyakit diabetes mellitus.

3. Penyakit paru

Buah ceplukan juga bisa mengobati segala jenis penyakit paru, salah satunya kanker. Caranya dengan merebus buah ceplukan dengan 3-5 gelas air sampai mendidih.

Setekah mendidih, diamkan air rebusan ceplukan itu sampai dingin lalu saring dan minumlah sebanyak 3 kali sehari.

4. Turunkan berat badan

Bagi seseorang yang sedang menjalani program diet, buah ceplukan bisa digunakan sebagai makanan sampingan yang tidak akan menambah lemak dalam tubuh.

Sebab 100 gram buah ceplukan mengandung 53 gram kalori dan 1 gram lemak. Sehingga seseorang akan merasakan kenyang tanpa khawatir berat badan bertambah banyak.

5. Kaya vitamin A

Vitamin A sangat penting bagi fungsi penglihatan dan kesahatan kulit. Setiap hari manusia harus mendapat asupan vitamin A dari makanan dan minuman yang dikonsumsinya.

Buah ceplukan ini diketahui mengandung 14% vitamin A, sesuai kadar vitamin A yang diperlukan orang dewasa setiap harinya.

6. Sumber vitamin C

Setiap hari manusia juga membutuhkan asupan vitamin C untuk pembentukan kolagen, mengontrol tekanan darah dan memperlancar aliran darah. Vitamin C juga sebagai anti-oksidan yang melindungi manusia dari radikal bebas.

Sedangkan, buah ceplukan ini mengandung 11 miligram vitamin C yang sangat baik untuk memenuhi kebutuhan vitamin harian manusia.

7. Vitamin B kompleks

Vitamin B dalam tubuh bertindak untuk menjaga sistem saraf dan ini sangat diperlukan manusia setiap harinya.

100 gram buah ceplukan sendiri diketahui mengandung banyak jumlah vitamin B, terdiri dari tiamin 7,3%, riboflavin 2% dan niacin 14%. (HiMedik.com/Shevinna Putti Anggraeni)

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini