Studi: Makanan Cepat Saji Lebih Bahaya Dibandingkan Merokok

Katakan tidak pada makanan cepat saji jika ingin hidup sehat.

Suara.Com
M. Reza Sulaiman | Firsta Nodia
Studi: Makanan Cepat Saji Lebih Bahaya Dibandingkan Merokok
Ingin panjang umur, hindari makanan cepat saji. [shutterstock]

Suara.com - Studi: Makanan Cepat Saji Lebih Bahaya Dibandingkan Merokok

Katakan tidak pada junkfood jika ingin hidup sehat. Pasalnya studi baru-baru ini menyebut bahwa makanan cepat saji efeknya lebih buruk dari merokok.

Ya, studi yang dilansir dalam jurnal The Lancet menemukan bahwa makanan tidak sehat lebih banyak membunuh orang dibandingkan tembakau. Di dunia, satu dari lima kematian dalam setahun disebabkan oleh konsumsi makanan asin, manis atau kurang konsumsi sayur dan buah.

Dilansir dari NY Post, untuk mengarah pada temuan ini peneliti menggunakan data kesehatan penduduk di 195 negara. Mereka menemukan bahwa penyakit kardiovaskular, kanker, dan diabetes tipe 2 dikaitkan dengan pola makan yang buruk.

Sementara itu negara dengan tingkat kematian yang paling rendah adalah negara yang penduduknya menjalani pola diet mediterania seperti Spanyol. Selain itu mereka juga mengonsumsi banyak minyak zaitun yang rendah lemak jenuh.

Makanan cepat saji lebih berbahaya dibandingkan merokok. (Shutterstock)
Makanan cepat saji lebih berbahaya dibandingkan merokok. (Shutterstock)

Meski demikian merokok juga masih menjadi penyebab kematian akibat berbagai penyakit tidak menular, begitu pula dengan anggur.

Baru-baru ini disebutkan bahwa minum satu botol anggur per minggu setara dengan merokok lima batang untuk laki-laki dan 10 batang pada perempuan dalam periode yang sama.

Sebelumnya perilaku hidup tidak aktif atau duduk selama berjam-jam di kantor dilaporkan juga memicu obesitas yang pada gilirannya menyebabkan penyakit tidak menular.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini