Awas, Vertigo bisa Jadi Gejala Awal Stroke

Bagaimana vertigo bisa jadi gejala awal stroke?

Suara.Com
Silfa Humairah Utami | Firsta Nodia
Awas, Vertigo bisa Jadi Gejala Awal Stroke
Ilustrasi vertigo gejala penyakit stroke. (shutterstock)

Suara.com - Awas, Vertigo bisa Jadi Gejala Awal Stroke.

Penderita vertigo umumnya akan mengalami kesulitan beraktivitas karena merasakan sakit kepala luar biasa seperti di sekelilingnya tampak berputar. Tapi kini Anda harus mewaspadai kondisi vertigo karena ternyata bisa jadi gejala awal dari stroke.

Disampaikan dr. Marthin Tori Sp.S dari Siloam Hospitals Palangkaraya, mengatakan sebagian kecil dari kasus vertigo bisa disebabkan adanya gangguan pada aliran darah yang menjadi pemicu stroke. Itu sebabnya bagi masyarakat yang mengalami vertigo harus mengonsultasikan dirinya lebih lanjut karena dikhawatirkan mengarah pada stroke.

"Secara umum vertigo terbagi dua jenis namun yang bisa berpotensi menyebabkan stroke adalah gangguan syaraf di central otak. Karena menghambat jalannya aliran yang menuju ke otak, gejalanya adalah hilangnya keseimbangan," ujar dr Marthin dalam keterangan resmi yang diterima Suara.com, Minggu (7/4/2019).

Marthin menambahkan, pola hidup sehat amatlah penting untuk menjaga berbagai macam penyakit yang timbul, salah satunya adalah stroke. Kondisi stroke sendiri dapat timbul karena pola hidup yang kurang terjaga seperti kurangnya berolahraga secara rutin dan akibat dari pola makan yang tidak sehat dan kurangnya asupan gizi.

"Definisi dari stroke menurut WHO adalah kumpulan gejala yang muncul secara mendadak karena gangguan fungsi otak yang penyebabnya berasal dari pembuluh darah yang berlangsung lebih dari 24 jam," imbuhnya.

Stroke merupakan penyakit yang menyebabkan kematian tertinggi di dunia di tahun 2015 dengan peringkat dua setelah penyakit jantung. Di Indonesia, stroke menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia tahun 2014 sebesar 21,1 persen.

Marthin menjelaskan bahwa jenis stroke terbagi dua yaitu stroke Iskemik (stroke sumbatan) yang merupakan stroke yang sering terjadi karena pembekuan darah menuju otak. Dan kedua stroke Hemoragik (stroke berdarah) yang merupakan pecahnya pembuluh darah dan masuk ke dalam jaringan yang sering terjadi karena hipertensi.

Direktur Siloam Hospitals Palangka Raya (SHPR) dr. Nicolaas Frits Turangan, M.M. mengatakan pentingnya pelayanan kesehatan yang berkualitas baik guna memenuhi kebutuhan masyarakat yang bertujuan untuk memajukan kesehatan masyarakat setempat.

"Beberapa bentuk penanganan stroke di SHPR berupa obat proteksi fungsi otak, vitamin saraf, fisioterapi, dan penanganan serangan akut stroke sumbatan dengan menggunakan pengencer darah (trombolisis). SHPR juga memiliki tim kegawatan medis yang memberikan respon cepat penanganan kegawatan sejak pasien datang atau sejak ada panggilan ambulance yang siap selama 24 jam," tandasnya.

Sepele tapi gejala stroke harus diperhatikan dan ditangani, apabila Anda mengalami vertigo segera periksakan untuk penyakit yang mungkin menyertainya, dan bentuk proteksi terhadap fungsi otak tentunya.. 

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini