Donald Trump Sebut Suara Bising Kincir Angin Bisa Picu Kanker, Benarkah?

Ramai-ramai membantah omongan Donald Trump soal kincir angin yang disebut bisa picu kanker.

Suara.Com
M. Reza Sulaiman | Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Donald Trump Sebut Suara Bising Kincir Angin Bisa Picu Kanker, Benarkah?
Donald Trump sebut kincir angin bisa picu kanker. (Evan El-Amin / Shutterstock.com)

Suara.com - Donald Trump Sebut Suara Bising Kincir Angin Bisa Picu Kanker, Benarkah?

Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuat pernyataan menghebohkan baru-baru ini. Dalam acara makan malam penggalangan dana Komite Kongres Nasional awal pekan ini, ia mengatakan kincir angin bisa memicu kanker.

"Jika ada kincir angin di dekat rumah Anda, selamat, nilai rumah Anda turun 75 persen. Dan katanya suara kincir angin menyebabkan kanker," ujar Donald Trump, dikutip Himedik dari Science Alert.

Para dokter dan pakar kesehatan pun ramai-ramai membantah omongan Donald Trump. Tinjauan para ahli yang dilakukan untuk American and Canadian Wind Energy Associations menyebut tidak ada bukti bahwa suara yang terdengar atau sub-suara yang dipancarkan oleh turbin angin memiliki efek fisiologis langsung yang merugikan.

Suara dari turbin angin memang bisa mengganggu, apalagi jika berada dalam jarak yang cukup dekat dengan tempat tinggal, seperti yang disebutkan Science Alert. Namun, sebagian besar daerah memiliki hukum yang mengatur jarak minimal antara turbin angin dengan rumah, umumnya yakni 300 meter.

Ladang kincir angin di Westermeerdijk Urk, Belanda (Shutterstock)
Ilustrasi: kincir angin disebut Donald Trump dapat memicu kanker. (Shutterstock)

Menurut GE, tingkat suara pada jarak itu sekitar 43 desibel. "AC rata-rata bisa mencapai kebisingan hingga 50 desibel, dan sebagian besar lemari es yang menyala mengeluarkan suara hingga 40 desibel," tulis pemimpin redaksi GE Reports Thomas Kellner pada 2014.

Keterangan tersebut sesuai dengan temuan dari Victorian Environmental Protection Agency di Australia. Pada jarak 500 hingga 1.000 meter, tingkat desibel sekitar 35-45, jauh lebih tenang daripada 60 desibel yang biasanya terjadi di lingkungan kantor yang sibuk.

Ilustrasi kanker (Pixabay/PDPics)
Ilustrasi kanker (Shutterstock)

Turbin sendiri menghasilkan suara di bawah kisaran pendengaran manusia yang disebut infrasound. Pada volume yang cukup tinggi, infrasound akan membuat kita pusing, mual, dan sakit kepala. Secara umum, efek tersebut bisa terjadi hanya jika suaranya melebihi 110 desibel bahwa.

Sementara itu, kanker adalah hasil dari mutasi gen, dan tidak ada bukti bahwa kanker dipicu oleh kebisingan.

Menurut National Institute of Environmental Health Services dari Pemerintah AS, pemicu kanker adalah produksi beracun dari pembangkit listrik dan transportasi berbasis bahan bakar fosil, seperti sulfur oksida, nitro oksida, logam berat, dan partikel.

Belum ada satu pun bukti kematian manusia, karena penyakit yang disebabkan oleh turbin angin.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini