Merasa Tak Utuh Paska Mastektomi, Perempuan Ini Buat Tato Berbentuk Puting

Hal ini ia lakukan demi mendorong tingkat kepercayaan dirinya.

Suara.Com
Ade Indra Kusuma | Risna Halidi
Merasa Tak Utuh Paska Mastektomi, Perempuan Ini Buat Tato Berbentuk Puting
Ilustrasi kanker payudara. (Redorbit.com/Thinkstoc)

Suara.com - Merasa Tak Utuh Paska Mastektomi, Perempuan Ini Buat Tato Berbentuk Puting 

Mastektomi adalah istilah medis untuk operasi pengangkatan satu atau kedua payudara, sebagian atau seluruhnya. Tindakan medis itu biasanya dilakukan untuk pasien kanker payudara sebagai upaya mencegah penyebaran sel kanker.

Sebagai salau satu upaya penyembuhan, mastektomi bukan tak ada efek. Para pejuang kanker payudara khususnya mereka yang telah melakukan mastektomi kerap menggambarkan kalau dirinya merasa tidak utuh lagi. 

Hal itu juga yang menginspirasi seorang penyintas kanker payudara bernama Hannah Hinton. 

Mengutip ABCnet, Hannah Hinton didiagnosis menderita kanker payudara tiga tahun lalu. Kanker agresif tersebut menyebar dengan cepat dan ia terpaksa harus menjalani mastektomi bilateral.

Kata Hannah, dua tahun perawatan dan satu tahun operasi rekonstruktif telah meninggalkan banyak bekas di tubuhnya.

"Ketika Anda keluar dari kamar mandi atau berjalan melewati cermin, Anda diingatkan setiap hari akan bekas luka," kata Hannah Hinton.

Meski upaya rekonstruksi payudara sebagian kecil membantu, ia mengaku masih merasa kehilangan sesuatu. Hannah lalu beralih ke tato kosmetik untuk menciptakan payudara tiga dimensi yang realistis. 

Tindakan tersebut ia lakukan agar payudaranya terlihat agak normal, serta untuk mampu mendorong tingkat kepercayaan dirinya. 

Hannah sadar bahwa perjalanan semua penyintas berbeda, tetapi setidaknya, ini adalah pilihan yang tepat untuknya. 

"Bekas luka akan berada di sana selamanya, sayangnya, saya tidak bisa mengubahnya. Semoga melihat puting susu kembali ada di sana, akan menghilangkan fokus dari jaringan parut dan membantu rasa percaya diri saya."

Di sisi lain, sang seniman tato yang membantu Hannah, Rogash, menjelaskan kalau apa yang ia lakukan adalah sebuah berkah yang patut disyukuri, khususnya bagi penyintas kanker payudara. 

"Saya merasa, mereka yang berani melakukan tindakan tato di payudara adalah perempuan pemberani yang pernah kutemui. Setelah semua yang mereka lalui, senyum yang ada di wajah mereka begitu berarti untuk saya," terangnya.

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini