Minum Pil KB Selama 7 Tahun, Wanita Ini Alami Kelumpuhan Setengah Badan

Ia mengaku telah mengonsumsi pil KB sejak usia 17 tahun.

Suara.Com
Vika Widiastuti
Minum Pil KB Selama 7 Tahun, Wanita Ini Alami Kelumpuhan Setengah Badan
Ilustrasi stroke hingga lumpuh. (shutterstock)

Suara.com - Seorang wanita mengaku menderita stroke hingga membuat lengannya lumpuh dan sering berayun-ayun sendiri. Wanita 24 tahun di Worcester Park, London mengatakan, penyakit yang dideritanya itu akibat sering mengonsumsi pil KB.

Bobbie Jarvis, perempuan yang menderita stroke tersebut mengaku telah mengonsumsi pil KB sejak usia 17 tahun. Tetapi, ia tidak pernah mengeluhkan apapun selama hampir 7 tahun mengonsumsi pil KB.

Ia hanya sempat mengeluhkan sakit kepala hingga dirawat di rumah sakit selama 4 hari pada Februari 2019. Saat itu dokter mengatakan tidak ada masalah serius dalam tubuhnya.

Wanita 24 tahun ini pun menjalani aktivitasnya seperti biasa tanpa rasa sakit kepala lagi dan sempat berencana pergi kencan bersama kekasihnya, Christian Henry-May. Tapi, sesuatu terjadi ketika ia sedang menunggu kekasihnya di rumah.

Jarvis seketika tidak bisa merasakan apapun pada lengannya seperti mati rasa lalu pingsan. Ketika terbangun, ia sempat kebingungan sudah berada di dalam mobil ambulans yang membawanya ke rumah sakit.

"Tangan saya mati rasa, saya panik, jadi saya hanya duduk di ujung tempat tidur lalu pingsan, saya tidak tahu apa yang telah terjadi," ujar Jarvis dikutip HiMedik dari Mirror.

Ilustrasi stroke (Pixabay/VSRao)
Ilustrasi stroke (Pixabay/VSRao)

Jarvis lantas menceritakan saat itu ia berusaha bangun dari tempat tidurnya lalu terjatuh seperti orang mengalami kelumpuhan. Ia tidak bisa membangunkan badannya lagi dan berusaha keluar kamar mencari ponselnya untuk meminta pertolongan.

Setelah itu ia tidak mengingat apapun karena pingsan, tetapi ia masih teringat kala itu napasnya cukup normal.

"Aku berhasil keluar kamar dengan menyeret badanku sendiri untuk mencari ponsel. Setelah itu aku tidak ingat apapun kecuali diriku yang masih bisa bernapas normal," ujarnya.

Sesampainya di rumah sakit, Jarvis segera mendapat pertolongan dari tim medis. Dokter mengatakan, Jarvis terkena serangan stroke akibat pil KB yang sering dikonsumsinya.

Jarvis pun menceritakan efek dari stroke tersebut membuat lengannya mati rasa dan beranyun-ayun sendiri seperti ekor kucing. Selain itu, sebelah matanya juga tertutup.

Ia sempat diizinkan pulang ke rumah setalah dirawat selama seminggu. Tetapi, ia kembali dirawat di rumah sakit pada 5 Maret 2019 lalu karena mengalami kejang.

Kini, kaki kiri, lengan, dan bahu kirinya telah mengalami kelumpuhan akibat kejang beberapa waktu lalu. Jarvis merasa kondisinya terkadang baik dan bisa secara tiba-tiba memburuk.

Dokter pun menyarankan Jarvis lebih banyak istirahat dan tetap berusaha ingin sembuh agar kondisinya kembali normal. Begitu pula Jarvis yang berusaha pulih total dan berjanji tidak akan mengonsumsi pil KB lagi setelah sembuh.

"Aku tidak akan minum pil atau kontrasepsi apapun mulai sekarang. Saya mengetahui banyak hal tentang itu setelah kejadian ini," ujarnya.

Jarvis mengakui ia memang tak pernah terpikirkan efek samping dari keseringan mengonsumsi pil KB pada tubuhnya selama ini. Ia hanya merasakan tubuhnya selalu menerima dan tak merasakan apapun selama mengonsumsinya bertahun-tahun.

"Aku sudah begitu lama mengonsumsinya dan saya kira itu normal," tuturnya. (HiMedik.com/Shevinna Putti Anggraeni)

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini