Asri Welas Lahirkan Anak Ketiga, Ini Penyebab Bumil Kekurangan Air Ketuban

Umumnya, air ketuban ini akan semakin berkurang seiring bertambahnya usia kehamilan.

Suara.Com
Vika Widiastuti
Asri Welas Lahirkan Anak Ketiga, Ini Penyebab Bumil Kekurangan Air Ketuban
Kondisi Asri Welas sebelum menjalani persalinan caesar karena kekurangan air ketuban (Instagram/@asri_welas)

Suara.com - Aktris Asri Welas baru saja melahirkan anak ketiganya secara prematur melalui operasi caesar di RS Bunda Jakarta pada Senin (15/4/2019). Hal tersebut karena air ketuban dalam kandungannya kurang. 

Kurangnya air ketuban seperti Asri Welas ini bisa disebabkan oleh beberapa hal, salah satunya gaya hidup selama kehamilan. Perlu diketahui air ketuban atau cairan amniotik ini berfungsi melindungi bayi di dalam perut dari infeksi, mencegah tali pusat terkompresi, sumber nutrien, mempertahankan suhu konstan dan membantu perkembangan janin dalam perut.

Air ketuban ini pula yang akan membantu proses persalinan agar lancar karena dapat meratakan kontraksi di dalam rahim dan membuka leher rahim. Saat itu pula air ketuban akan pecah sekaligus membersihkan jalan lahir.

Umumnya, air ketuban ini akan semakin berkurang seiring bertambahnya usia kehamilan. Tetapi, kurangnya air ketuban hingga di bawah batas wajar tentu akan berbahaya bagi janin di dalam kandungan.

Dilansir HiMedik dari Mummy Pages, seseorang bisa dikatakan kekurangan air ketuban jika cairan ketuban kurang dari 500 ml, kantong vertikal maksimum kurang dari 20 cm dan indeks cairan ketuban kurang dari 5 cm.

Ilustrasi hamil. (Pixabay/Skitterphoto)
Ilustrasi hamil. (Pixabay/Skitterphoto)

Hasilnya, orang yang mengalami kekurangan air ketuban berisiko melahirkan bayi cacat, prematur, mengalami keguguran hingga kelahiran mati. Tetapi, risko kehamilan setiap wanita yang mengalami kekurangan air ketuban ini bisa berbeda-beda tergantung riwayat penyakit dan keluhannya.

Adapun 6 kondisi yang bisa memicu seseorang kekurangan air ketuban ketika masa kehamilan.

1. Tekanan darah tinggi kronis

2. Plasenta lepas dari dinding rahim

3. Cacar lahir, seperti masalah pada ginjal atau saluran kemih

4. Genetika

5. Air ketuban pecah sebelum waktunya

6. Diabetes kronis

Selain itu, kurang minum air selama kehamilan hingga mengalami dehidrasi juga memicu seseorang kekurangan air ketuban sebelum jatuh hari persalinan.

Melansir dari medicalnewstodday.com, jika seseorang mengalami dehidrasi pada masa kehamilan mungkin tidak akan memberi pengaruh atau masalah besar pada janin. Selama orang tersebut menyadarinya dan segera memenuhi kebutuhan cairannya selama kehamilan.

Namun, dehidrasi yang berat bisa menjadi salah satu penyebab air ketuban berkurang lalu akan memengaruhi perkembangan janin dan produksi ASI setelah persalinan.

Karena, dehidrasi dapat menyebabkan defisiensi nutrisi yang penting bagi kesehatan ibu hamil dan janinnnya di dalam perut.

Sehingga seseorang yang sedang hamil harus memperhatikan asupan cairan dalam tubuhnya untuk dua manusia, yakni diri sendiri dan janin agar tidak mengalami kadar air ketuban rendah.

Tetapi, dalam kasus persalinan anak ketiga Asri Welas ini belum diketahui penyebab dirinya mengalami kekurangan air ketuban sampai harus mempercepat persalinan. (HiMedik.com/Shevinna Putti Anggraeni)

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini