Cek Fakta

Gonta-ganti Sampo Bikin Ketombe Makin Parah, Mitos atau Fakta?

Pembilasan rambut saat keramas ternyata jadi kunci penting.

Suara.Com
Ade Indra Kusuma | Dinda Rachmawati
Gonta-ganti Sampo Bikin Ketombe Makin Parah, Mitos atau Fakta?

Suara.com - Ketombe adalah salah satu permasalahan rambut yang paling sering dialami banyak orang. Pemilihan sampo seringkali disalahkan ketika seseorang mengalami permasalahan ini. 

Tak sedikit dari kita mengira, bahwa sampo yang kita digunakan tidak cocok sehingga menyebabkan ketombe. Padahal, kata Head of Research and Development (R&D) Haircare Wardah, Ridwan Sonjaya ini adalah pemikiran yang salah. 

Menurut dia, rata-rata sampo, khususnya yang dibuat untuk ketombe, sebenarnya memiliki formula yang sama. Sayangnya, kebanyakan orang melakukan pembilasan yang kurang bersih. 

"Nah kalau misalkan sudah pakai sampo anti dandruff ternyata malah makin parah ketombenya, itu bisa jadi karena pembersihannya kurang. Jadi masih ada sisa sampo yang menempel di kulit kepala. Ada sampo yang memang harus dibilas sampai dua hingga tiga kali pembilasan. Untuk memastikan kelenjar minyak (sebum) terbersihkan dengan benar," ujar dia menjelaskan saat ditemui di R&D Wardah, Senin (16/4/2019).

Jika pembilasannya tidak tepat, kata Ridwan, hal ini akan menjadi pemicu untuk pembentukan ketombe selanjutnya, karena proses pembentukan ketombe itu bisa berlangsung dengan cepat ketika pembersihan tidak benar. 

Saat seseorang mengalami ketombe, jamur di kulit kepala sudah tumbuh. Pembersihan yang tidak benar, membuat sebum, kotoran atau sisa sampo tadi menjadi makanan untuk jamur. Hal inilah yang membuat ketombe semakin parah. 

"Saat ada ketombe, gatal digaruk akhirnya inflamasi sehingga kondisinya makin parah. Nanti asumsinya nggak cocok sama samponya. Padahal bukan itu masalahnya," tutup dia.

Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini