Operasi Plastik di Area Sensitif Ini Nyawa Taruhannya

Pikir matang sebelum operasi plastik di area sensitif ini.

Suara.Com
Silfa Humairah Utami | Rima Suliastini
Operasi Plastik di Area Sensitif Ini Nyawa Taruhannya
Ilustrasi bahaya operasi plastik di area bokong. (Shutterstock)

Suara.com - Operasi Plastik di Area Sensitif Ini Nyawa Taruhannya.

Tidak sedikit perempuan mendambakan kecantikan dan kemolekan tubuh yang sempurna mirip idola, nekat melakukan operasi untuk mendapatkan hal itu.

Operasi plastik bukan hal baru di dunia kecantikan. Seiring dengan berkembangnya teknologi di bidang ini, permintaan untuk operasi plastik pun semakin meningkat setiap tahunnya.

Dilansir dari American Society of Plastic Surgeons (ASPS), beberapa jenis tindalan yang paling laku adalah pembesaran payudara, face lift, perbaikan hidung hingga sedot lemak.

ASPS melaporkan, ada satu jenis operasi yang paling berbahaya bahkan nyawa taruhannya, yaitu operasi pembesaran bokong.

Operasi ini membahayakan nyawa karena prosesnya yang cukup sulit dan berisiko menimbulkan komplikasi.

AOL memberitakan, lebih dari 20.000 prosedur pembesaran bokong dilakukan dalam setahun. Perkirakan ASPS, 1 dari 3.000 pasien yang menjalani pembesaran bokong meninggal akibat komplikasi setelah operasi.

Hal ini berkaitan dengan proses operasi yang cukup sulit, yaitu dengan cara mengambil jaringan lemak dari bagian tubuh lain, kemudian disuntikkan kembali ke bagian bokong. Pinggul dan paha adalah 2 bagian yang paling sering diambil lemaknya.

Biasanya, pasien akan mengalami embolisme lemak ketika suplai darah terganggu akibat percikan lemak pada pembuluh darah. Keluhan yang terjadi pada situasi ini adalah kesulitan bernapas, linglung dan kulit merah-merah.

Nah, situasi akan jadi semakin sulit jika pasien tidak cepat ditangani dan terjadi komplikasi, dampak terburuknya adalah meregang nyawa.

Wah bukan tidak besar risikonya ternyata. Jadi sebaiknya pikir lagi sebelum operasi plastik di area bokong ya.

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini