Hah, Permen Karet Bisa Memicu Kanker Usus?

Anda yang gemar mengunyah permen karet, harus baca temuan para peneliti dari Universitas Sydney ini.

Suara.Com
Ririn Indriani | Shevinna Putti Anggraeni
Hah, Permen Karet Bisa Memicu Kanker Usus?
Ilustrasi permen karet. (Shutterstock)

Suara.com - Rasanya yang manis dan bisa digelembungkan membuat permen karet banyak disukai orang, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Namun tahukah Anda bahwa bahan umum dalam permen karet disebut bisa memicu kanker usus.

Dilansir dari The Sun, para peneliti mengklaim bahwa bahan umum dalam permen karet, yakni titanium dioksida aditif makanan yang muncul dengan label E171 dapat menimbulkan dampak buruk pada bakteri alami usus.

Kesimpulan ini didapat setelah tim peneliti dari Universitas Sydney melakukan riset pada seekor tikus dan menemukan bahwa makanan yang mengandung bahan pemutih dapat merusak beberapa fungsi usus.

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Nutrition ini juga menyatakan bahwa mengonsumsi E171 dapat memicu penyakit radang usus hingga kanker.

Mengunyah permen karet dipercaya dapat membakar kalori. (shutterstock)
Ilustrasi: Bahan umum dalam permen karet, yakni titanium dioksida aditif makanan yang muncul dengan label E171 disebut peneliti dapat menimbulkan dampak buruk pada bakteri alami usus yang pada gilirannya bisa berisiko kanker usus. (shutterstock)

Biasanya kandungan titanium dioksida ini digunakan dalam jumlah tinggi pada 900 produk makanan, pasta gigi, cat dan tabir surya.

"Konsumsi makanan yang mengandung titanium dioksida dapat memengaruhi mikrobiota usus yang menyebabkan penyakit radang usus dan kanker kolorektal," kata Associate Professor Wojciech Chrzanowski.

Selain itu, paparan nanopartikel juga dikaitkan sebagai penyebab demensia, autoimun, eksim, asma, autisme dan meningkatkan penyebaran kanker.

Semakin sering terkena paparan nanopartikel bisa berdampak pada komposisi mikrobiota usus yang berperan sebagai "gerbang" kesehatan kita.

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini