Viral Semut Charlie, Ini 4 Fakta yang Wajib Anda Ketahui

Semut charlie viral di media sosial, karena disebut bisa menyebabkan kebutaan. Benarkah?

Suara.Com
M. Reza Sulaiman
Viral Semut Charlie, Ini 4 Fakta yang Wajib Anda Ketahui
Semut charlie alias tomcat sedang viral di media sosial. (Shutterstock)

Suara.com - Viral Semut Charlie, Ini 4 Fakta yang Wajib Anda Ketahui

Viral di media sosial terkait semut charlie. Dalam pesan tersebut, semut charlie dikatakan memiliki efek menyeramkan bagi tubuh manusia jika tergigit.

Pesan tersebut juga menyebutkan bahwa sebaiknya manusia menghindari sentuhan langsung semut charlie, agar tidak terkena dampaknya.

Nah, Suara.com pun merangkum fakta-fakta yang wajib diketahui soal semut charlie. Apa saja?

1. Semut charlie adalah tomcat

Ya, semut charlie merupakan nama lain dari serangga rove beetle, yang juga lazim dikenal sebagai semut semai, tomcat, atau semut kayap di Indonesia.

Cairan yang dikeluarkan oleh tomcat memang dapat menyebabkan sensasi perih, bentol dan gatal-gatal, namun tidak semenyeramkan seperti yang disampaikan dalam pesan berantai.

2. Hoaks beredar sejak 2017

Dalam laman Kominfo.go.id, tercatat informasi hoaks seputar semut charlie sudah beredar sejak tahun 2017.

Kalau itu, pesan berantai menggunakan foto bayi dengan kulit bersisik yang diketahui merupakan pasien penyakit Linear Nevus Sebaceous.

Semut charlie alias tomcat sedang viral di media sosial. (Shutterstock)
Semut charlie alias tomcat sedang viral di media sosial. (Shutterstock)

3. Sempat mewabah di Surabaya

Wabah tomcat atau semut charlie sempat menyerang daerah Surabaya pada tahun 2012. Kala itu, wabah tomcat tidak hanya menyerang daerah perkampungan, namun juga apartemen elit.

Pihal Pemkot Surabaya pun sempat kewalahan, meskipun wabah akhirnya teratasi dengan penyemprotan pestisida.

4. Pencegahan dan pertolongan pertama

Racun semut charlie akan keluar ketika bersentuhan dengan kulit manusia. Jika ini terjadi, cuci bagian kulit yang terpapar dengan sabun, dan redakan rasa perih dengan mengompresnya menggunakan air dingin.

Pengobatan bisa dilakukan dengan salep dan antibiotik yang diberikan oleh dokter.

Untuk pencegahan, tutup jendela dan matikan lampu ketika tidur. Jangan lupa gunakan pakaian tertutup ketika bermain di dekat tanaman.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini