Tio Pakusadewo Alami Stroke, Bagaimana Jangka Panjang Penyakit Ini?

Stroke yang dialami Tio Pakusadewo mirip dengan salah satu jenis stroke. Bagaimana kelangsungan jangka panjangnya?

Suara.Com
Vika Widiastuti | Rosiana Chozanah
Tio Pakusadewo Alami Stroke, Bagaimana Jangka Panjang Penyakit Ini?
Tio Pakusadewo [Sumarni/Suara.com]

Suara.com - Aktor senior Tio Pakusadewo mengalami stroke yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah sehingga ia harus dirawat di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional.

Surya, manajer Nagra Kautsar, putra aktor Tio Pakusadewo membenarkan Tio Pakusadewo terkena stroke.

"Saya belum ke sana, gimana soalnya kan saya baru dapat kabar tadi pagi juga, jadi belum tahu untuk saat ini keadaannya. Yang jelas sih beliau sudah ditangani di Rumah Sakit Cawang," kata Surya saat dihubungi melalui telepon selulernya, Selasa (9/7/2019).

Tetapi menurut putranya, Nagra, kondisi Tio pada Selasa kemarin sudah mulai membaik.

"Kebetulan saat ini ditemani putranya, mas Nagra, tadi sih saya coba WA Nagra, katanya sih sudah agak mendingan lah," ungkap Surya.

Kondisi yang dialami oleh Tio Pakusadewo ini mirip dengan salah satu jenis stroke yang disebut dengan stroke hemoragik. Stroke ini terjadi ketika pembuluh darah di dalam otak pecah dan darah bocor ke jaringan otak di sekitarnya.

Tio Pakusadewo jenguk bayi Chicco Jerikho [Instagram/@naziracnoer]
Tio Pakusadewo jenguk bayi Chicco Jerikho [Instagram/@naziracnoer]

Melansir Stroke.org, kondisi ini disebut dengan pendarahan intraserebal. Pendarahan ini menyebabkan sel-sel otak mati dan bagian otak yang terpengaruh berhenti bekerja dengan benar.

Penyebab paling umum dari jenis stroke ini adalah tekanan darah tinggi serta penuaan pembuluh darah.

Stroke hemoragik lebih jarang terjadi daripada jenis stroke iskemik. Meski begitu stroke ini bertanggung jawab atas sekitar 40% dari semua kematian akibat stroke.

Melansir NCBI, stroke hemoragik dikaitkan dengan risiko kematian yang sangat tinggi pada fase akut dan subakut. Tingkat kelangsungan hidupnya pun setelah menderita stroke hemoragik adalah 26,7% dalam jangka waktu lima tahun.

Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh peneliti dari Department of Neurology di University Clinical Centre Tuzla, Bosnia and Herzegovina menunjukkan, dari 303 pasien yang dianalisis, sebanyak 82 pasien dinyatakan bisa bertahan hidup setelah 5 tahun dinyatakan selamat dari stroke.

Pasien yang paling bisa bertahan hidup disebutkan berusia 41 hingga 50 tahun, yang mana sebesar 60,5%. Sedangkan paling terendah yang berusia lebih adri 70 tahun, hanya sebesar 9% saja.

Berarti, tingkat kelangsungan hidup jangka panjang secara signifikan lebih baik pada pasien yang lebih muda. Tanpa mereka menderita hipertensi, mengonsumsi alkohol dan mengidap diabetes mellitus.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini