Jangan Ucapkan Hal Ini pada Orang Depresi, Bisa Buruk Akibatnya!

Salmafina Sunan mengaku dirinya pernah melakukan percobaan bunuh diri akibat ucapan pengikutnya di Instagram.

Suara.Com
Vika Widiastuti | Rosiana Chozanah
Jangan Ucapkan Hal Ini pada Orang Depresi, Bisa Buruk Akibatnya!
Ilustrasi perempuan menutup wajah/ sedih/ depresi. (Shutterstock)

Suara.com - Salmafina Sunan mengatakan bahwa ia pernah mengalami stres hingga ia sempat melakukan percobaan bunuh diri.

"Pendorong kuatnya (untuk bunuh diri) ya stres-nya itu tadi. Ibaratnya ketika sudah teriak pada orang-orang tertentu tapi enggak ditolong," tuturnya pada Feni Rose dalam acara RUMPI: No Secret, 

Menurutnya, pemicunya adalah orang-orang sekitar yang kebanyakan adalah pengikutnya di Instagram.

"Orang-orang di sekitar, apalagi kebanyakan mereka adalah followers aku yang bikin aku merasa kayak, 'i don't deserve to life'," sambungnya.

Ada beberapa perkataan dari pengikut Salmafina yang ternyata membuatnya sangat down.

"Ya mereka suka aja gitu ngomong kayak, 'ya lo bunuh diri, kek', 'lu mati aja, daripada kayak gini'," lanjutnya lagi.

Ilustrasi perempuan stres atau depresi. (Shutterstock)
Ilustrasi perempuan stres atau depresi. (Shutterstock)

Berkaca dari ucapan yang ditujukan pada Salmafina Sunan, berbicara kepada seseorang yang sedang stres atau mempunyai masalah kesehatan mental harus hati-hati karena mereka sedang dalam suasana hati yang sangat buruk.

Bahkan jika Anda memiliki niat baik pada mereka, jika tidak benar-benar memahami sifat penyakitnya maka akan menjadi berbahaya.

Depresi adalah kondisi medis yang memerlukan perawatan yang tepat dengan obat dan terapi.

Tetapi mengucapkan kalimat hampa di bawah ini, dilansir INSIDER, kemungkinan besar dapat membuat perasaan mereka bertambah buruk.

1. "Tapi kamu sangat kaya, terkenal, sukses, ...."

Dari luar kehidupan mereka sukses dan tampak sempurna, tetapi mereka masih bergumul dengan depresi.

Terapis dan psikolog Perpetua Neo mengatakan, penting untuk tidak meminimalkan rasa sakit seseorang dengan menunjukkan betapa hebatnya kehidupan seseorang di samping kesehatan mentalnya.

"Jangan katakan hal-hal seperti 'oh tapi kamu kaya, kamu terkenal, kamu cerdas,' karena rasa sakit tidak membeda-bedakan," katanya.

2. "Aku mengalami hal yang sama ketika aku..."

Terkadang kita berhubungan dengan seseorang yang menderita dengan membicarakan pengalaman kita sendiri. Tetapi ini tidak selalu perlu, dan dapat muncul seperti Anda mencoba untuk bersaing.

"Ini benar-benar bukan kompetisi. Orang lain datang dan akan memberitahu semua hal dalam kenangannya, seperti mereka hanya ingin bersaing denganmu. Dan itu bukan apa yang seharusnya kamu lakukan," kata Neo.

3. "Kau hanya mencari perhatian"

Anda tidak boleh memberi tahu seseorang bahwa mereka hanya mencari perhatian. Anda tidak memiliki wawasan tentang apa yang mereka rasakan, jadi Anda tidak boleh mencoba dan menghentikannya.

"Kami memiliki banyak empati terhadap pasien kanker, atau siapa pun dengan penyakit fisik, tetapi mengapa kita tidak memiliki empati yang sama terhadap seseorang dengan penyakit yang tidak terlihat?" kata Neo.

Catatan Redaksi:

Hidup seringkali sangat sulit dan membuat stres, tetapi kematian tidak pernah menjadi jawabannya. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecederungan bunuh diri, sila hubungi dokter kesehatan jiwa di Puskesmas atau Rumah sakit terdekat.

Bisa juga Anda menghubungi LSM Jangan Bunuh Diri melalui email janganbunuhdiri@yahoo.com dan telepon di 021 9696 9293. Ada pula nomor hotline Halo Kemkes di 1500-567 yang bisa dihubungi untuk mendapatkan informasi di bidang kesehatan, 24 jam

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini