Gaya Hidup Sehat Jadi Kunci Tindakan Preventif dari Gangguan Tiroid

Yuk jalani gaya hidup sehat melalui pemenuhan gizi seimbang,

Suara.Com
Ade Indra Kusuma | Vessy Dwirika Frizona
Gaya Hidup Sehat Jadi Kunci Tindakan Preventif dari Gangguan Tiroid
Kanker tiroid bisa diobati dengan terapi nuklir. (Shutterstock)

Suara.com - Gaya Hidup Sehat Jadi Kunci Tindakan Preventif dari Gangguan Tiroid.

Gangguan Tiroid dapat menyerang seluruh jenjang usia. Mulai dari bayi baru lahir, anak-anak, usia dewasa, hingga usia tua.

Gaya hidup sehat melalui pemenuhan gizi seimbang, tindakan pemeriksaan tiroid pada ibu hamil serta skrining hipotiroid kongential (SHK) pada bayi baru lahir dapat menjadi tindakan preventif terhadap gangguan tiroid.

Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap gangguan Tiroid, PT Merck Tbk bekerjasama dengan Direktorat Promosi Kesehatan Dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengadakan kegiatan diskusi interaktif yang bertujuan untuk mengajak masyarakat luas, khususnya perempuan di usia produktif dan ibu hamil untuk mencegah gangguan tiroid melalui gaya hidup sehat sesuai dengan program pemerintah, Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). 

Dokter dr. Riskiyana Sukandhi Putra, M.Kes selaku Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat (Promkes) mengatakan, GERMAS merupakan suatu tindakan sistematis dan terencana yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan dan dilakukan secara bersama untuk meningkatkan kualitas hidup.  

"Dengan menerapkan budaya hidup sehat, diharapkan manfaat yang didapatkan berupa peningkatan kualitas kesehatan, peningkatan produktivitas masyarakat dan pencegahan berbagai jenis penyakit termasuk gangguan tiroid," kata dokter Riskiyana dikutip dari siaran pers yang diterima Suara.com, Jumat (19/7).

Pada kesempatan yang sama, Evie Yulin, Direktur PT Merck Tbk mengatakan, pihaknya akan melakukan berbagai kegiatan promotif seperti peningkatan kesadaran masyarakat terkait pola hidup bersih dan sehat, peningkatan kesadaran masyarakat terkait kesehatan kelenjar tiroid, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dalam mengenali, serta upaya preventif seperti deteksi dini dan manajemen gangguan tiroid serta peningkatan akses masyarakat untuk skrining hipotiroid kongenital.

“Tentunya, untuk menjangkau lebih banyak masyarakat di Indonesia diperlukan dukungan dan kerjasama dengan semua pihak. Oleh karena itu, kami juga akan berkolaborasi dengan Komunitas Pejuang Tiroid Pita Tosca untuk melakukan upaya pemberdayaan masyarakat dengan memberikan edukasi mengenai gangguan tiroid ke beberapa wilayah di Indonesia. Kami berharap dengan diimplementasikannya kegiatan ini akan memberikan manfaat bagi masyarakat sehingga gangguan tiroid di Indonesia dapat menurun,” tambah Evie.

Ketua Komunitas Pejuang Tiroid Pita Tosca, Astriani Dwi Aryaningtyas mengatakan peningkatan kesadaran masyarakat terkait gangguan tiroid perlu ditingkatkan.

"Kedepannya, kami berharap akan lebih banyak kolaborasi untuk mengedukasi masyarakat agar lebih peduli gangguan tiroid," pungkas Astriani.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini