Suka Menabung dan Tidak Boros, Remaja Bisa Terhindar dari Depresi

Perilaku keuangan bisa menjaga kesehatan jiwa remaja.

Suara.Com
M. Reza Sulaiman | Dinda Rachmawati
Suka Menabung dan Tidak Boros, Remaja Bisa Terhindar dari Depresi
Ilustrasi perilaku keuangan yang baik dan bertanggung jawab. (Shutterstock)

Suara.com - Punya Perilaku Keuangan Baik, Remaja Bisa Terhindar dari Depresi

Punya perilaku keuangan yang baik, seperti suka menabung, tidak boros, dan cermat membuat catatan keuangan, bisa menjaga kesehatan jiwa remaja.

Dilansir The Health Site, peneliti menemukan bahwa remaja yang mempraktikkan perilaku keuangan yang lebih bertanggung jawab, menunjukkan lebih sedikit gejala depresi dan kepuasan hubungan yang lebih tinggi.

Studi ini didasarkan pada data yang dikumpulkan pada tiga titik waktu yang berbeda selama periode enam tahun dan para peneliti melacak sekelompok siswa di Amerika Serikat (AS) dari tahun keempat mereka di perguruan tinggi hingga lima tahun setelah lulus.

Selama masa tersebut, peneliti meminta peserta melaporkan sendiri tentang perilaku keuangan mereka, mulai dari pengeluaran, tabungan, penganggaran, dan pinjaman.

"Kami menemukan bahwa perilaku finansial selama tahun keempat kuliah terus memiliki implikasi positif lebih dari setengah dekade kemudian," kata Melissa Curran, Associate Professor di University of Arizona di AS.

Ilustrasi perempuan stres atau depresi. (Shutterstock)
Ilustrasi perempuan stres atau depresi. (Shutterstock)

Temuan yang diterbitkan dalam Journal of Applied Developmental Psychology, menunjukkan bahwa mereka yang memiliki kebiasaan keuangan yang baik di tahun keempat kuliahnya atau yang menunjukkan peningkatan nyata dalam kebiasaan mereka selama studi, lebih mungkin melihat diri mereka sebagai orang dewasa di akhir masa studi, ketika mereka berusia 26 hingga 31 tahun.

Mereka menemukan bahwa mereka yang mempraktikkan perilaku keuangan yang lebih bertanggung jawab melaporkan memiliki lebih sedikit gejala depresi dan kepuasan hubungan yang lebih tinggi, yang keduanya, pada gilirannya, mempromosikan pembentukan identitas orang dewasa.

Sementara penelitian difokuskan pada mahasiswa yang berpendidikan perguruan tinggi, penelitian di masa depan kata pemimpin penulis studi Xiaomin Li dari University of Arizona harus mempertimbangkan implikasi perilaku keuangan pada pembentukan identitas orang dewasa pada remaja yang tidak berpendidikan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini