Istri Rifky Balweel Pendarahan karena Plasenta Previa, Penyakit Apa Itu?

Istri Rifky Balweel, Biby Alraen, sempat mengalami pendarahan yang membuatnya harus dirawat di rumah sakit.

Suara.Com
M. Reza Sulaiman
Istri Rifky Balweel Pendarahan karena Plasenta Previa, Penyakit Apa Itu?
Ilustrasi ibu hamil. (Shutterstock)

Suara.com - Istri Rifky Balweel Pendarahan karena Plasenta Previa, Penyakit Apa Itu?

Istri Rifky Balweel, Biby Alraen, sempat mengalami pendarahan yang membuatnya harus dirawat di rumah sakit.

Diketahui, Biby mengalami plasenta previa saat kehamilan. Penyakit apa itu?

Plasenta previa adalah penutupan secara sebagian atau seluruh jalan lahir bayi. Ari-ari atau plasenta terletak di bagian bawah rahim yang dapat mengakibatkan pendarahan hebat, baik sebelum ataupun saat persalinan.

Dilansir laman Alodokter, plasenta adalah organ yang terbentuk di rahim pada masa kehamilan. Organ ini berfungsi menyalurkan oksigen dan nutrisi dari ibu kepada janin, serta membuang limbah dari janin.

Normalnya, plasenta memang berada di bagian bawah rahim pada awal masa kehamilan. Namun seiring pertambahan usia kehamilan dan perkembangan rahim, plasenta akan bergerak ke atas.

Pada kasus plasenta previa, posisi plasenta tidak bergerak dari bawah rahim hingga mendekati waktu persalinan.

Perlu diketahui, gejala utama plasenta previa adalah perdarahan dari vagina yang terjadi pada akhir trimester kedua atau di awal trimester ketiga kehamilan. Perdarahan bisa banyak atau sedikit, dan akan berulang dalam beberapa hari.

Ilustrasi plasenta bayi. (Shutterstocks)
Ilustrasi plasenta bayi. (Shutterstocks)

Perdarahan tersebut juga dapat muncul setelah berhubungan intim dan disertai dengan kontraksi atau kram perut. Lalu, apa penyebab penyakit ini?

Penyebab plasenta previa belum diketahui secara pasti, namun ada beberapa faktor yang diduga dapat membuat ibu hamil lebih berisiko menderita kondisi ini yaitu usia diatas 35 tahun keadaan rahim (endometrium) sudah mulai kurang subur, merokok saat hamil atau menkonsumsi obat terlarang, memiliki bentuk rahim yang tidak normal, posisi janin tidak normal (misalnya sungsang atau lintang), hingga pernah menjalani operasi pada rahim.

Untuk memastikan adanya diagnosis plasenta previa, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaaan seperti USG transvaginal, USG panggul, dan magnetic resonance imaging (MRI). Jika ibu hamil mengalami plasenta previa, dokter kandungan akan terus memantau posisi plasenta atau ari-ari dengan USG secara berkala, sampai tiba hari persalinan. [Rosalin Febriyanti]

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini