Nekat Rebus Telur Pakai Microwave, Wajah Gadis Ini Malah Terbakar

Jangan coba-coba merebus telur dengan cara yang dilakukan gadis asal Inggris ini!

Suara.Com
Dany Garjito | Rosiana Chozanah
Nekat Rebus Telur Pakai Microwave, Wajah Gadis Ini Malah Terbakar
Ilustrasi telur meledak (Pixabay/Nicman)

Suara.com - Jangan pernah merebus telur menggunakan microwave jika tidak ingin mengalami kejadian mengenaskan seperti gadis satu ini.

Bethany Rosser, gadis asal Reddith, Inggris, mengira bahwa ide merebus telur menggunakan microwave adalah hal yang bagus.

Saat sarapan pada Selasa (13/8/2019) kemarin, Rosser merebus telur di dalam microwave. Ia bahkan menambahkan garam agar telurnya tidak meledak.

Namun pada akhirnya telur-telur yang direbusnya masih meledak dan mengenai wajahnya.

Dalam seketika ia menderita luka bakar di setengah bagian wajahnya. Kulit wajahnya juga menjadi terkelupas dan mata kanannya berpotensi mengalami kebutaan.

Melansir World of Buzz dari Daily Mail, ternyata sebelumnya Rosser telah mencari cara untuk merebus telur di microwave.

Awalnya ia tidak menemukan apa yang dicari hingga sebuah video YouTube memperlihatkan caranya.

Telur meledak di wajah Bethany Rosser (Facebook/Noticiero Sin Fronteras)
Telur meledak di wajah Bethany Rosser (Facebook/Noticiero Sin Fronteras)

Banyak yang mengatakan dia bisa merebusnya selama enam hingga delapan menit, jadi dia memutuskan untuk merebusnya selama enam menit.

Namun, setelah merebus telur dalam wadah berisi satu liter yang tahan di dalam microwave selama enam menit pada 900W dan membiarkannya mendingin di atas meja, telur-telur itu meledak di wajahnya ketika dia memeriksanya.

"Ketika saya melihat ke dalam wadah untuk mengecek apakah telur sudah matang, telur itu 'melayang' ke wajah saya. Itu baru terjadi ketika saya membawa telur keluar," jelas Rosser.

Dia segera memanggil layanan darurat sambil mengalirkan air dingin di wajahnya. Dia kemudian dibawa ke Rumah Sakit Queen Elizabeth di Birmingham, West Midlands.

Dia harus dirawat di rumah sakit di mana perban basah menutupi wajahnya, tetapi dia masih tidak tahu apakah mata kanannya yang terluka parah akan dapat sembuh.

Kulitnya juga terasa seperti terbakar selama berjam-jam setelahnya, dan dokter memperkirakan bahwa kulitnya akan berubah warna untuk waktu yang lama.

“Saya tidak pernah begitu takut dalam hidup saya. Saya gemetar dan menangis. Kecelakaan itu, tanpa diragukan lagi, adalah hari terburuk dalam hidup saya,” lanjutnya.

Rosser mengatakan ia mendapatkan ide dari sebuah situs internet, yang memberi saran untuk menambahkan garam ke air karena hal itu akan membuat telur tidak meledak.

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini