Diet Keripik dan Daging Olahan, Remaja Ini Alami Kebutaan Permanen

Bagaimana diet keripik dan daging olahan membuat remaja ini alami kebutaan?

Suara.Com
Silfa Humairah Utami | Dinda Rachmawati
Diet Keripik dan Daging Olahan, Remaja Ini Alami Kebutaan Permanen
Ilustrasi diet makan olahan daging bertahun-tahun membuat remaja ini kehilangan penglihatan dan pendengarannya. (Unsplash/Eduardo D)

Suara.com - Diet Keripik dan Daging Olahan, Remaja Ini Alami Kebutaan Permanen.

Seorang remaja yang selama bertahun-tahun menjalani diet keripik, roti putih, dan daging olahan, harus kehilangan pendengaran dan penglihatannya karena kekurangan vitamin dan mineral.

Dilansir dari News Sky, remaja yang tidak disebutkan namanya ini, pertama kali pergi ke dokter karena mengeluh kelelahan ketika dia berusia 14 tahun.

Tes menunjukkan bahwa remaja asal Bristol, Inggris ini memiliki kadar vitamin B12 yang rendah dan anemia makrositik, suatu kondisi yang membawa sel darah merah lebih besar dari normal.

Dikatakan bahwa penyakitnya disebabkan karena ia terlalu sering makan makanan cepat saji.

Sebuah laporan oleh para peneliti dari Rumah Sakit Mata Bristol, yang diterbitkan di dalam Annals of Internal Medicine, mengatakan, saat itu dia diberikan suntikan B12 dan saran diet sehat, tetapi ketika dia kembali ke dokter setahun kemudian pendengaran dan penglihatannya makin terganggu.

Laporan itu juga mengatakan bahwa pada usia 17 tahun, penglihatan pasien menjadi semakin buruk, sampai akhirnya mengalami kebutaan.

Pada titik inilah ia mengaku bahwa sejak sekolah dasar ia menghindari makanan dengan tekstur tertentu dan hanya makan kentang goreng, Pringles, roti putih, irisan ham olahan, dan sosis.

"Pada saat kondisinya didiagnosis, pasien mengalami gangguan penglihatan secara permanen," kata laporan itu.

Menyelidiki nutrisi remaja tersebu, dokter menemukan kekurangan vitamin B12 dan vitamin D, membuat kepadatan mineral tulang menjadi berkurang dan kadar tembaga dan selenium menjadi rendah.

Mineral dan vitamin ini sangat penting untuk kesehatan secara keseluruhan. Kekurangan vitamin ini lebih sering dikaitkan dengan negara-negara dengan tingkat kemiskinan yang tinggi dan sumber daya makanan yang langka.

Para profesional kesehatan merekomendasikan diet yang bervariasi yang meliputi sayuran hijau, kacang-kacangan, biji-bijian dan susu, atau pengganti susu. Ikan berminyak dan beberapa daging juga dapat membantu membantu Anda diet seimbang yang tepat.

"Risiko kesehatan kardiovaskular yang buruk, obesitas dan kanker yang terkait dengan konsumsi makanan cepat saji sudah diketahui, tetapi gizi buruk juga dapat secara permanen merusak sistem saraf, terutama penglihatan," ungkap laporan Rumah Sakit Mata Bristol.

"Ini jarang terjadi di negara-negara maju. Kondisi ini berpotensi reversibel jika ditangkap lebih awal. Tetapi jika tidak diobati, itu mengarah ke kebutaan permanen," tutup laporan tersebut.

Terlalu sering makan makanan siap saji seperti keripik dan daging olahan, remaja ini kehilangan penglihatan dan pendengarannya. Maka betapa pentingnya mengonsumsi makanan vitamin dan mineral. 

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini