Anak Elvy Sukaesih Sempat Stroke 3 Kali, Ini Hubungannya dengan Skizofrenia

Anak sulung Elvy Sukaesih sempat derita stroke sebanyak 3 kali sebelum mengidap gangguan mental skizofrenia.

Suara.Com
Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni
Anak Elvy Sukaesih Sempat Stroke 3 Kali, Ini Hubungannya dengan Skizofrenia
Elvy Sukaesih (Sumarni/Suara.com)

Suara.com - Pihak keluarga Elvy Sukaesih akhirnya buka suara terkait kondisi Haedar yang menderita gangguan mental skizofrenia setelah mengamuk di sebuah warung. Selain menderita skizofrenia, Haedar juga pernah mengalami stroke sebanyak 3 kali.

Kondisi kesehatan putra sulung Elvi Sukaesih itu pun dikonfirmasi oleh anak keduanya, Fitria Sukaesih. Menurutnya, sang kakak mengalami skizofrenia setelah depresi berat ditinggal anak dan terkena stroke berulang kali.

"(Haedar) dari depresi ada gangguan gitu. Karena dia asalnya stroke tiga kali, terus dari stroke suaranya nggak bisa keluar. Sementara anak Umi kan pasti nyanyi, gitu. Jadi sudah bikin dia kecewa, anaknya juga meninggal. Jadi dia banyak hal yang berat yang dia rasa sehingga terganggu. Sempat dirawat terus dinyatakan sehat. Cuma kan yang seperti itu nggak terlepas dari obat," ungkap Fitria Sukaesih, saat dihubungi Suara.com, Sabtu (14/9/2019).

Akibatnya, sang kakak, Haedar, menderita skizofrenia dengan tanda-tanda suka mengkhayal tentang kesuksesan demi membuat Elvy Sukaesih senang.

Tetapi, apakah ada hubungannya antara stroke dengan depresi dan gangguan mental?

Elvy Sukaesih saat gelar jumpa pers di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan pada Sabtu (14/9/2019).
Elvy Sukaesih saat gelar jumpa pers di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan pada Sabtu (14/9/2019).

Meskipun efek stroke tidak bisa diprediksi, gangguan suasana hati seperti depresi, kecemasan dan pengaruh pseudo-bulbar termasuk efek yang umum. Studi dilansir dari Stroke menunjukkan bahwa stroke bisa meningkatkan risiko kecemasan, depresi, bahkan keduanya.

Penelitian menunjukkan bahwa PBA lebih umum pada penyintas stroke batang otak, tetapi dapat terjadi dengan jenis stroke lainnya. Dalam hal ini, depresi bisa memengaruhi antara satu dan dua pertiga dari penderita stroke.

Kondisi ini ditandai dengan perasaan sedih yang berlebihan, kurangnya kesenangan dalam aktivitas lama, perubahan pola makan dan tidur. Kecemasan bisa terjadi ketika penderita stroke yang sudah sembuh terfokus pada kekhawatiran dan biasanya memengaruhi sekitar 20 persen mantan penderita.

Penyakit stroke (Shutterstock)
Penyakit stroke (Shutterstock)

Sementara itu, PBA ditandai oleh ketidakcocokan antara perasaan dan ekspresi, seperti menertawakan pemakanan atau menangis ketika mendengar lelucon.

Melansir dari Hellosehat, banyak orang sering mengalami perubahan secara emosional dan perilaku setelah menderita stroke. Hal ini terjadi karena stroke memengaruhi otak, yang mana mengendalikan perilaku dan emosi.

Beberapa studi menyebutkan orang yang memiliki gangguan mental berisiko lebih tinggi untuk mengalami stroke. Hal ini salah satunya dibuktikan dalam sebuah studi yang berasal dari Columbia University College of Phsycians and Surgeons.

Melalui studi tersebut, para ahli menemukan jika pasien gangguan mental mempunyai risiko tiga sampai empat kali lebih tinggi terkena penyakit stroke ketimbang pasien yang tidak memiliki gangguan mental.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini