Laboraturium yang Tampung Virus Ebola dan Antraks di Rusia Kebakaran

Laboraturium ini juga diketahui memiliki sampel berbahaya lainnya seperti Ebola, HIV, dan antraks.

Suara.Com
Ade Indra Kusuma
Laboraturium yang Tampung Virus Ebola dan Antraks di Rusia Kebakaran
Ilustrasi kebakaran. (Shutterstock)

Suara.com - Laboraturium yang Tampung Virus Ebola dan Antraks di Rusia Kebakaran.

Sebuah Laboraturium penelitian di Rusia yang menampung sampel virus cacar, Ebola hingga Antraks dilaporkan kebakaran.

Laboraturium tersebut dilaporkan menjadi salah satu dari dua tempat di dunia yang menampung banyak sampel virus.

"Kebakaran ini terjadi bermula dari tabung gas yang meledak di Pusat Penelitian Virologi dan Bioteknologi Negara milik Rusia di Siberia. Ditegaskan tidak ada ancaman kontaminasi," ujar pejabat dalam sebuah pernyataan resmi seperti mengutip VOAIndonesia, Senin (16/9/2019).

Ilustrasi virus HIV. (Shutterstock)
Ilustrasi virus HIV. (Shutterstock)

Pusat ini juga diketahui memiliki sampel berbahaya lainnya seperti Ebola, HIV, dan antraks.

Pernyataan itu mengatakan ledakan itu terjadi di ruang pemeriksaan sanitasi dan mencederai satu orang.

Kantor berita Rusia Tass mengatakan tidak ada bahan berbahaya disimpan di ruang pemeriksaan itu.

Pihak berwenang Rusia menolak memberikan rincian lain mengenai ledakan di fasilitas yang digunakan untuk mengembangkan senjata biologis selama Perang Dingin itu.

Ledakan itu terjadi hanya beberapa minggu setelah lima ilmuwan tewas setelah ledakan misterius di sebuah lokasi pengujian rudal pada Agustus 2019 lalu.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini

Hormon

Hormon

health