Hanya dengan Cium Bau Buah Lemon, Anda Bisa Merasa Lebih Langsing!

Ingin merasa lebih langsing, cium saja aroma buah lemon secara rutin!

Suara.Com
M. Reza Sulaiman
Hanya dengan Cium Bau Buah Lemon, Anda Bisa Merasa Lebih Langsing!
Cium aroma buah lemon bisa bikin Anda merasa lebih langsing? (Shutterstock)

Suara.com - Hanya dengan Cium Bau Buah Lemon, Anda Bisa Merasa Lebih Langsing!

Buah lemon merupakan buah langganan para pejuang diet. Air perasan lemon, jus lemon, atau disantap begitu saja diketahui memiliki manfaat baik bagi Anda yang melakukan program penurunan berat badan.

Namun, bukan hanya buahnya yang memiliki manfaat. Sebuah penelitian menunjukkan, mencium bau aroma lemon disebut bisa membuat seseorang merasa lebih langsing. Benarkah?

Dilansir ANTARA dari Indian Express, aroma lemon menyebabkan adanya rangsangan penciuman dan pendengaran, yang mungkin mengubah cara seseorang memandang tubuhnya.

Di sisi lain, menurut studi yang dipublikasikan sebagai artikel berjudul "As Light As Your Scent: Effects of Smell and Sound on Body Image Perception" itu, orang merasa lebih berat dan lebih gemuk ketika mencium aroma vanila.

Hal ini menunjukkan, citra yang seseorang miliki tentang tubuhnya berubah tergantung pada rangsangan yang dia temui, seperti penciuman.

Paparan berbagai aroma bisa membuat seseorang merasa lebih langsing atau lebih gagah.

Untuk sampai pada temuan ini, para peneliti menggunakan sepasang sepatu yang dikembangkan Universidad Carlos III de Madrid pada tahun 2015 bekerja sama dengan University College London dan the University of London’s School of Advanced Study.

Ilustrasi lemon jadi hiasan gelas (Shutterstock)
Ilustrasi lemon (Shutterstock)

Teknologi ini berbasis rangsangan audio yang digunakan pada tahun 2017 untuk mengobati orang dengan rasa sakit kronis, yang juga digunakan tahun 2019 untuk mempromosikan aktivitas fisik.

Mereka menganalisis bagaimana persepsi tentang tubuh berubah ketika spektrum frekuensi langkah-langkah selama aktivitas fisik dimodifikasi real-time.

"Dengan meningkatkan frekuensi tinggi, orang merasa lebih ringan, lebih bahagia, berjalan dengan cara yang lebih aktif dan sebagai hasilnya, mereka merasa lebih mudah untuk berolahraga," jelas Ana Tajadura-Jimenez, dosen di Departemen Ilmu Komputer dan Teknik di UC3M dan salah satu penulis studi. [ANTARA]

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini