Ereksi 2 Hari, Kejantanan Pria Ini Nyaris Tak Berfungsi Lagi!

Seorang pria nyaris kehilangan fungsi penisnya akibat derita priapism selama 2 hari.

Suara.Com
Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni
Ereksi 2 Hari, Kejantanan Pria Ini Nyaris Tak Berfungsi Lagi!
Ilustrasi pria gangguan ereksi (shutterstock)

Suara.com - Seorang pria asal Bristol, Inggris harus menjalani operasi di bagian penisnya setelah mengalami ereksi selama 36 jam atau sekitar dua hari. Pria bernama Elliot Rossiter itu pun mengaku ereksinya yang berkepanjangan sangat menyakitkan.

Mulanya, Elliot sedang mengunjungi teman-temannya di Perancis. Di tengah perkumpulan, Elliot mendadak mengalami ereksi. Padahal, ia tidak sedang terangsang atau merasakan hasrat seksual apapun.

"Saat itu kami semua hanya sedang duduk dan ereksi terjadi begitu saja. Saya sudah mencobanya untuk menghentikan tetapi tidak bisa. Padahal saya sama sekali tidak terangsang secara seksual," kata Elliot, dikutip dari Fox News.

Setelah 19 jam ereksi, teman-temannya langsung membawa Elliot ke klinik setempat. Saat itu penisnya hanya disuntik dengan obat antiinflamasi dan steroid. Namun, suntikkan tersebut tidak membuat ereksinya berhenti.

"Akibat ereksi itu, saya hampir tidak bisa berjalan dan rasanya sangat sakit. Bagiku, itu adalah sebuah penderitaan," ujarnya.

Ilustrasi pria ereksi (shutterstock)
Ilustrasi pria ereksi (shutterstock)

Elliot mengaku ketakutan dan mengira bahwa ereksinya tidak akan pernah berhenti. Apalagi ia merasa ereksinya sangat sangat besar dari biasanya dan seolah tidak pernah berhenti berdenyut.

"Saya kesulitan memakai pakaian apapun yang bisa menyentuh penis. Karena itu saja akan terasa menyakitkan," katanya.

Akhirnya, Elliot kembali dilarikan ke rumah sakit setempat karena ereksinya tak kunjung hilang setelah 2 hari. Dokter mendiagnosis Elliot mengalami priapism, yakni ereksi yang terjadi berkepanjangan.

"Dokter mengatakan saya mengalami priapism. Lalu mereka mengatakan bahwa penisnya tidak akan berfungsi lagi jika tidak segera dioperasi untuk mengeluarkan darahnya," katanya.

Ilustrasi selangkangan, penis. (Shutterstock)
Ilustrasi selangkangan, penis. (Shutterstock)

Akhirnya, dokter memotong lubang lecil di pangkal penis Elliot untuk mengalirkan darahnya. Beruntungnya, operasinya berhasil meski meninggalkan bekas luka kecil di penisnya.

Menurut Mayo Clinic, kondisi ini seringkali tidak berhubungan dengan seks atau gairah. Karena itu, Elliot membutuhkan pembedahan untuk mengatasinya. Jika tidak diobati, jaringan penis akan rusak parah dan hancur.

Dalam kasus ini, penyebab priapism Elliot tidak diketahui jelas. Namun, Elliot mengaku tidak ingin merasakannya lagi.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini