Begini Cara Tepat Memilih Buku Bacaan Anak

Masih banyak orangtua yang bingung memilih bacaan anak.

Suara.Com
Ririn Indriani | Firsta Nodia
Begini Cara Tepat Memilih Buku Bacaan Anak
Anak-anak Kampung Pulo yang direlokasi ke rumah susun sewa (rusunawa) Jatinegara Timur, sedang asyik membaca buku.

Suara.com - Di tengah maraknya buku bacaan anak yang disusupi konten pornografi, orangtua memiliki tugas tambahan untuk memilih buku bacaan yang tepat bagi anak.

Menanggapi hal ini Sofie Dewayani, penulis sekaligus Co-Fonder Litara Foundation menyarankan orangtua untuk memilih buku bacaan yang sesuai dengan usia anak.

Jika anak tergolong usia pembaca pemula maka orangtua kata dia, jangan terburu-buru membelikan buku yang didominasi oleh kata. Pilihlah buku yang menggunakan banyak ilustrasi atau gambar sehingga dapat membangkitkan minat anak terhadap buku.

"Untuk anak pembaca pemula, mahir dan remaja itu berbeda khususnya dalam jumlah kata dan kalimat. Untuk anak pembaca pemula fokus ke ilustrasi bukan jumlah kata," kata Sofie ketika ditemui dalam peluncuran aplikasi PiBo di Jakarta, belum lama ini.

Selain faktor usia, orangtua juga harus mempertimbangkan minat anak terhadap tema-tema tertentu dan memilihkan buku dengan tema yang disukai anak. Pastikan pula alur cerita pada buku tersebut mudah dimengerti sehingga tidak membuat anak cepat bosan.

"Perhatikan kontennya, harus sesuai minat anak. Lihat juga apakah ceritanya tidak rumit dari segi alur, sesuai dengan pembaca yang dituju. Pilih konten yang menumbuhkan empati, penghargaan pada keberagaman, pertemanan, menghadapi rasa takut misalnya," tambah dia.

Sofie pun memperingatkan orangtua agar tak mementingkan nilai edukasi saat memilihkan buku untuk si kecil. Untuk anak yang masih tergolong dalam pembaca pemula utamakan buku bacaan yang menarik agar anak dapat menikmati terlebih dahulu betapa menyenangkannya membaca.

"Dalam memilih buku bagi anak-anak yang masih pemula, aspek menghibur harus lebih menonjol dari edukatif karena buku harus menyenangkan, menarik dan menghibur. Kadang yang menarik buat anak kerap dianggap kurang mendidik bagi orangtua," jelasnya merinci.

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini