Alexa
Senin, 23 Oktober 2017

Nuansa Romantis ala Sebastian Gunawan di 25 Tahun Berkarya

Sebastian Gunawan menandai 25 tahun berkarya merilis koleksi romantis.

Suara.Com
Chaerunnisa | Dinda Rachmawati
Sebastian Gunawan merilis koleksi romantis menandai 25 tahun berkarya (Tim Muara Bagdja)
Sebastian Gunawan merilis koleksi romantis menandai 25 tahun berkarya (Tim Muara Bagdja)

Suara.com - Menandai 25 tahun berkarya, desainer kawakan Sebastian Gunawan menghadirkan koleksi yang dirancang bersama sang istri, Christina Panarese, dengan tajuk Whisper/Roar, Selasa (10/10/2017) malam.

Untuk koleksi terbarunya ini, lelaki yang akrab disapa Seba itu mengeksplorasi gaya berbusana era 1940-an, 1950-an, dan 1960-an yang kaya dengan kesan romantis dan membuatnya dengan nuansa masa kini, yang lebih modern.

Lewat koleksi ini, Sebastian dan Cristina ingin mengungkapkan keindahan yang muncul dari keragaman siluet, pilihan bahan, pengerjaan detail, dan palet warna yang mereka satukan secara harmonis.

Sebanyak 82 koleksinya hadir dengan berbagai siluet baru yang unik. Seperti gaya 1940-an yang terlihat dalam siluet gaun lurus, lewat detail bergambar malaikat kecil yang tersusun dari butiran swarovski.

Inspirasi gaya New Look tahun 1950-an dihadirkan dalam rancangan rok lebar mengembang dari bahan lace kaku berlengan pof yang diperkaya dengan detail pita yang dilipat, ditekuk, dijahit tindas, di seluruh busana.

Untuk gaya 60an, Seba menggunakan bahan kaku dan crispy. Bahan-bahan yang cenderung bernilai vintage, di antaranya Damask (bahan tebal bertekstur dan bermotif dari hasil tenun), Mikado (jenis sutra mewah dan berat yang cocok untuk memberi struktur gaun), Sifon, Lame Matelasse, Lace, Sequin (bahan dengan kepingan-kepingan kecil yang dijahitkan diseluruh permukaannya), hingga sejenis kulit imitasi yang memberi nilai tambah pada penampilan busana.

Seluruh gaya ia hadirkan dalam beragam potongan, seperti A-line, celana, gaun, jaket pendek, jaket panjang, fitted, duyung, berpadu menjadi koleksi yang sempurna.

Kali ini Sebas dan Cristina juga menggali lebih jauh detail yang menarik dalam bentuk lipit dan tekuk pita sebagai halnya seni melipat kertas. Terdapat pula pita yang dijalin selayaknya anyaman
keranjang bambu berukuran besar dengan hasil akhir yang memberi kesan indah.

Palet warna juga cukup beragam namun saling berkait menjadi benang merah koleksi. Dominasi biru petrolium, étaupe, coklat, hitam yang sejajar warna keemasan, rose gold, hingga keperakan hadir dengan kesan mewah.

Terpopuler

Terkini