Rabu, 26 September 2018

Ini Alasan Ilmiah Kenapa Makan Tidak Boleh Berbunyi

Selain tidak sopan, ternyata ada alasan lain di balik larangan tersebut.

Suara.Com
Vania Rossa
Ilustrasi perempuan makan (Shutterstock)
Ilustrasi perempuan makan (Shutterstock)

Suara.com - Sejak kecil Anda mungkin sudah sering diperingatkan oleh orangtua agar tidak mengeluarkan bunyi saat sedang mengunyah. Nah, ternyata ada alasan ilmiah di balik larangan tersebut.

Suara mengunyah makanan yang terlalu keras bukan hanya tidak sopan, tapi juga bisa berpengaruh pada proses belajar seseorang. Riset baru yang diterbitkan dalam jurnal Applied Cognitive Psychology mengatakan tingkat kepekaan pada suara orang yang makan atau batuk dapat memengaruhi proses pembelajaran.

Pada orang yang memang sensitif pada jenis suara ini, bahkan jika mereka tidak memiliki sindrom kepekaan suara (mishoponia), mereka akan lebih sulit untuk menguasai dan menyimpan informasi saat mendengar seseorang mengunyah.

Sensitivitas suara ternyata memang berpengaruh terhadap kinerja akademik. "Beberapa orang sangat peka terhadap latar belakang suara yang halus seperti mengunyah makanan, dan kepekaan ini cukup mengganggu dalam pembelajaran," ucap Logan Fiorella, selaku pemimpin riset dan asisten profesor kognisi terapan dan pengembangan di University of Georgia.

Ini sebabnya mengapa sebagian besar orang memang lebih gampang belajar di ruangan yang tenang.

"Bila hal itu tidak dapat dihindari, ada beberapa strategi yang disarankan oleh peneliti lain seperti menggunakan penyumbat telinga, dengan fokus pada suara sendiri, atau menggunakan dialog internal yang positif," katanya.

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini