Peringati Hari Kartini Lewat Pertunjukkan Tiga Episode di GIK

Memperingati hari Kartini, Galeri Indonesia Kaya bersama Titimangsa Foundation menghadirkan pementasan monolog.

Suara.Com
Dythia Novianty | Risna Halidi
Peringati Hari Kartini Lewat Pertunjukkan Tiga Episode di GIK
Pementasan monolog bertajuk "Episode: Tarung/Stripping/Rubberneck" di Jakarta, Sabtu (21/4/2018). [Suara.com/Risna Halidi]

Suara.com - Memperingati hari Kartini yang jatuh pada Sabtu, (21/4/2018), Galeri Indonesia Kaya bersama Titimangsa Foundation menghadirkan pementasan monolog yang bercerita tentang permasalahan perempuan di ranah pribadi dan juga publik. Pertunjukan bertajuk "Episode: Tarung/Stripping/Rubberneck" ini ditampilkan di Auditorium Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia.

"Galeri Indonesia Kaya berkolaborasi dengan tiga perempuan Indonesia muda dan berbakat, dengan latar belakang profesi yang berbeda, berbagi cerita tentang pengalaman dan permasalahan yang terjadi dalam kesehariannya," kata Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation, Renitasari Adrian.

Pertunjukkan Episode disutradai oleh Wawan Sofwan dan naskah ditulis langsung oleh para penampil, yaitu Miranda Risang Ayu Palar, Dinda Kanyadewi, dan Jessy.

Pementasan berdurasi kurang lebih 60 menit tersebut dibuka dengan monolog berjudul "Stripping" yang dibacakan oleh Dinda Kanyadewi.

Lewat pertunjukan ini, aktris yang kerap berperan antogonis tersebut ingin menegaskan bahwa dirinya adalah Dinda Kanyadewi.

"Monolog ini merupakan cerita dari perjuangan dan suara hati saya untuk melepaskan diri dari sosok Mischa, tokoh antagonis yang pernah saya perankan dan menepis anggapan masyarakat bahwa Dinda adalah Mischa, tokoh yang pernah saya perankan di layar kaca. Kami harap, pementasan ini tak sekedar menyampaikan suara kami, tapi juga suara para perempuan Indonesia. Karena sebagai perempuan, kita harus saling mendukung dan menginspirasi," ujar Dinda Kanyadewi.

Dinda Kanyadewi di pementasan monolog bertajuk "Episode: Tarung/Stripping/Rubberneck" di Jakarta, Kamis (21/4/2018). [Suara.com/Risna Halidi]

Foto: Dinda Kanyadewo di pementasan monolog bertajuk "Episode: Tarung/Stripping/Rubberneck", Kamis (21/4/2018). [Suara.com/Risna Halidi]

Selain Dinda, ada pertunjukkan berjudul "Tarung" dari Miranda Risang Ayu Palar yang bercerita tentang perjuangannya bersama masyarakat Sumba dalam melindungi warisan leluhur kampung adat Tarung. Ada juga Jessy yang membawakan monolog berjudul "Rubberneck" yang bercerita tentang penyakit Multiple Sclerosis yang dideritanya.

"Menulis naskah monolog bukanlah hal yang mudah, namun ketiga perempuan ini berhasil mencurahkan pandangannya dalam sebuah naskah monolog yang ditampilkan sore hari ini. Mereka bertiga mampu membuat pementasan monolog yang dikemas seringan mungkin tanpa menghilangkan makna dan semangat yang ingin disampaikan" ujar Wawan Sofwan, sutradara pementasan monolog "Episode: Tarung/Stripping/Rubberneck".

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini