Ciri Fisik Ini Berubah, Tandanya Anda Sedang Stres Berat

Bagaimana mengenali gejala stres khususnya yang bisa menimbulkan masalah kejiwaan?

Suara.Com
Silfa Humairah Utami
Ciri Fisik Ini Berubah, Tandanya Anda Sedang Stres Berat
Ilustrasi perempuan stres atau depresi. (Shutterstock)

Suara.com - Semua orang pernah merasakan stres, tapi tidak banyak orang yang bisa mengenali gejala stres yang muncul, hingga kondisinya pun semakin parah bahkan bisa menimbulkan masalah kejiwaan yang serius.

Supaya hal itu tidak terjadi, sebaiknya ketahui beberapa ciri khas ketika Anda sedang stres.

Menurut pakar kesehatan jiwa, stres adalah suatu respons adaptif yang dihubungkan oleh karakteristik dan proses psikologis individu. Stres dapat terjadi pada seseorang saat ia berada di luar zona nyaman sehingga membuat tubuh menimbulkan respons yang berbeda dari biasanya.

Ada banyak hal yang bisa membuat seseorang jadi stres. Namun, secara garis besar penyebabnya dibagi menjadi empat yaitu dari diri sendiri, orang-orang terdekat, pekerjaan, dan lingkungan sekitar.

Contohnya, ketika menghadapi tuntutan kerja, bertengkar dengan pasangan, atau bahkan bisa tertekan akibat target yang Anda buat sendiri. Belum lagi jika orang-orang di sekitar Anda juga sedang merasa stres dan tertekan, bukan tidak mungkin hal ini menular pada Anda, lho.

Sebenarnya, stres akan menyebabkan beberapa perubahan pada tubuh. Nah, hal ini tergantung dengan tingkat keparahan stres yang dialami. Stres itu dibagi menjadi 5 tingkatan, dari yang ringan hingga parah dilansir Hello Sehat.

Tingkat pertama

Pada tahap ini, stres masih dianggap normal dan tidak perlu dikhawatirkan. Artinya, stres masih ringan, mampu diatasi dengan baik. Contohnya, ketika Anda gugup saat akan melakukan presentasi di depan umum.

Anda akan tetap percaya diri untuk menyelesaikan masalah yang muncul dan mampu mengendalikan emosi dengan baik. Bahkan, hal ini tidak memengaruhi rutinitas harian, Anda masih bisa makan dengan lahap, tidur nyenyak, dan tetap semangat bekerja.

Tingkat kedua

Hal ini ditandai jika stres yang dialami sudah mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. Misalnya, kehilangan orang yang disayangi atau putus dari pasangan. Ketika tui terjadi, akan muncul berbagai emosi negatif, seperti marah, kecewa, sedih, atau putus asa.

Biasanya, orang yang berada di kondisi ini akan mulai merasa tidak sanggup menahan stres dan tekanan yang ada. Maka itu, sudah mulai muncul berbagai perubahan fisik misalnya, badan lesu, tidak bertenaga, jantung berdebar, dan otot menegang sehingga menyebabkan nyeri.

Tingkat ketiga

Jika stres tahap sebelumnya tidak mampu diatasi, emosi negatif akan terus bermunculan dan akhirnya jadi semakin parah. Nah, gejala yang paling khas dari stres tingkat ketiga adalah perubahan fungsi tubuh.

Orang dengan stres tingkat ini biasanya sering susah tidur (insomnia), timbul gangguan pencernaan, seperti gangguan asam lambung dan sering buang air besar atau buang air kecil tidak teratur. Jika orang yang mengalami stres ini memiliki kondisi lain, maka gejala penyakit tersebut akan semakin memburuk.

Tingkat keempat

Stres pada tingkat ini, umumnya sudah sangat sulit diatasi dan menandakan kondisi yang kritis. Pasalnya, emosi negatif sering kali muncul tanpa Anda sadari sehingga membuat Anda sulit untuk fokus pada suatu hal. Selain itu, stres juga dapat mengganggu proses kimia di otak, sehingga mengganggu fungsi kognitif.

Bila tak segera ditangani, gejala stres makin parah dan bisa berubah menjadi depresi, serangan panik, gangguan kecemasan, atau gangguan bipolar. Bahkan, membuat seseorang melakukan percobaan bunuh diri supaya terbebas dari rasa stres.

Tingkat kelima

Tingkatan ini menandakan stres yang dialami tak kunjung membaik dan akhirnya kian buruk. Orang dengan kondisi ini, akan menarik diri dari kehidupan sosial, tidak dapat melakukan aktivitas harian dengan baik, dan merasa kesakitan sepanjang hari.

Semakin cepat stres ditangani, semakin cepat pula pemulihannya. Namun, jika stres sudah sangat parah, biasanya akan membutuhkan pengobatan yang cukup lama. Hal ini bisa membuat pengidapnya kian tertekan bahkan putus asa, karena menganggap mereka tak ada harapan untuk sembuh.

Jika Anda mengalami gejala stres dan sulit untuk mengatasinya, segera melakukan pemeriksaan pada ahlinya, seperti psikolog atau dokter spesialis kejiwaan.

Biasanya, untuk stres tingkat kedua dan ketiga, Anda bisa minta bantuan psikolog. Sementara untuk stres tingkat keempat dan kelima, Anda perlu perawatan khusus dari dokter spesialis kejiwaan.

psikolog dan psikiater

Stres yang dibiarkan begitu saja bisa berkembang menjadi depresi dan menimbulkan berbagai gejala psikosomatik. Psikosomatik adalah gejala fisik yang terjadi akibat adanya gangguan kejiwaan.

Contohnya, saat Anda stres akan muncul gejala seperti sakit kepala, nyeri perut, nyeri punggung, dan masalah lainnya yang bisa mengganggu aktivitas dan tidak mungkin masalah kejiwaan.

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini