Selasa, 22 Januari 2019

Miris, Ketika Tradisi Pernikahan Hantu Jadi Bisnis Jual Beli Mayat

Mayat menjadi komoditas yang bisa diperdagangkan.

Suara.Com
Dany Garjito
Miris, Ketika Tradisi Pernikahan Hantu Jadi Bisnis Jual Beli Mayat
Ilustrasi jenazah. (Shutterstock)

Suara.com - Tradisi menikahkan mayat dipercaya dapat membantu dua ruh saling terikat, hidup bahagia di alam baka. Tradisi ini dikenal menahun sebagai ' Pernikahan Hantu ' dan cukup populer di Cina .

Zaman terus melaju dan pemerintah Cina kerap menyusupkan paham sosialis komunis dalam sistem bermasyarakat penduduknya, tradisi Pernikahan Hantu tak bisa benar-benar tercerabut dari masyarakat Cina.

BACA JUGA: 5 Foto Vanessa Angel Basah-basahan saat Liburan, Bikin Melek

Di beberapa desa di Cina, tradisi ini masih diterapkan secara menyeluruh.

Dalam laporan ABC, ahli cerita rakyat dari Universitas Shanghai, Huang Jingchun menyebut tradisi ini masih dianggap lumrah oleh sebagian besar masyarakat Cina.

Ilustrasi mayat yang diawetkan. (Shutterstock)
Ilustrasi mayat yang diawetkan. (Shutterstock)

Selama bertahun-tahun berlalu, Huang melakukan penelitian di kawasan Dataran Tinggi Loess, Cina, menelaah tradisi yang tak dianggap tabu bagi masyarakat setempat.

''Tidak ada seorang pun penduduk yang menyembunyikan tradisi tentang pernikahan hantu. Ini bukan hal yang tabu bagi mereka,'' ungkap Huang.

BACA JUGA: Liburan ke Pantai, 5 Artis Ini Ogah Umbar Keseksian, Siapa Saja?

Di provinsi Hongdong dan Shanxi misalnya, hampir semua sopir taksi pernah memiliki pengalaman turut mengatur Pernikahan Hantu atau bahkan sekadar menyaksikan ritual tradisi tersebut dihelat.

Kenyataan di lapangan, Pernikahan Hantu kemudian tak hanya diperuntukkan bagi kedua jiwa yang telah tiada.

Praktik ini berubah menjadi lebih rumit saat seseorang yang masih lajang dilegalkan berjodoh dengan mayat.

Seperti apa tradisi Pernikahan Hantu berubah menjadi bisnis jual-beli mayat ini?

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini