Kamis, 24 Januari 2019

Cerita Unik di Balik Kelezatan Amparan Tatak Kue Khas Banjar

Pembuatan kue Amparan Tatak khas Banjar ternyata tidak sembarangan.

Suara.Com
Silfa Humairah Utami
Cerita Unik di Balik Kelezatan Amparan Tatak Kue Khas Banjar
Amparan Tatak Kue khas Banjar. (Instagram/Staceyjlsong)

Suara.com - Cerita unik di balik kelezatan Amparan Tatak Kue khas Banjar .

Sajian makanan Indonesia mulai dari masakan rumahan hingga aneka kue menjadi khas tersendiri, kue tradisional khas Kalimantan Selatan yang disebut Kue Amparan Tatak khas Banjar juga memiliki peminat yang tidak sedikit di Indonesia.

Terbuat dari campuran santan, tepung beras dan tepung sagu yang dipadankan dengan buah pisang, membuat rasanya pas alias tidak eneg.

Teksturnya yang lembut, berkelindan dengan rasa manis dan gurih, mudah membuat siapa saja jatuh cinta dengan jajanan satu ini dilansir GuideKu.

Tak heran, amparan tatak kerap dihadirkan di beragam acara ramah tamah, baik bersama keluarga maupun kolega. Terlebih saat Ramadan tiba.

Tak kalah menarik dengan cita rasanya nan khas, cara mengolah amparan tatak pun tak dapat sembarangan lho.

Masyarakat setempat percaya, amparan tatak dan kue-kue basah khas Banjar lainnya tidak boleh diolah oleh mereka yang tengah menjalani masa menstruasi.

Konon, jika pantangan ini dilanggar, amparan tatak yang dibuat terancam memiliki cita rasa yang tak lezat, hingga warna dan bentuk yang tak menarik.

Jadi pembuatan Kue Amparan Tatak yang menjadi sajian khas Banjar ini memang tidak sembarangan, dibuat secara tradisional untuk mendapatkan rasa yang pas.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini