Sabtu, 16 Februari 2019

Studi Sebut 'Makan Tanah' Bisa Jadi Obat Masalah Obesitas

Kok bisa 'makan tanah' menjadi solusi masalah obesitas agar mengalami penurunan berat badan?

Suara.Com
Silfa Humairah Utami | Risna Halidi
Studi Sebut 'Makan Tanah' Bisa Jadi Obat Masalah Obesitas
Masalah obesitas bisa diatasi dengan 'makan tanah' hingga mengalami penurunan berat badan. [Shutterstock]

Suara.com - Sekelompok peneliti dari University of South Australia mengklaim telah menemukan 'ramuan' yang dapat membuat seseorang yang memiliki masalah obesitas mengalami penurunan berat badan .

Inti dari ramuan tersebut ternyata tanah liat, yang jika dikonsumsi dapat membantu proses penyerapan lemak pada usus.

Para peneliti yang dipimpin oleh kandidat PhD, Tahnee Dening, menyelidiki bagaimana kandungan tanah liat memiliki kemampuan luar biasa untuk menyerap tetesan lemak di usus.

Penemuan tak disengaja itu mengisyaratkan Denning bahwa timnya tengah melakukan sesuatu yang luar biasa, bahkan mungkin dapat menjadi obat untuk masalah obesitas .

"Sungguh menakjubkan. Saya sedang menyelidiki bagaimana kandungan tanah liat tertentu dapat meningkatkan pengiriman oral dan penyerapan obat antipsikotik, ketika saya perhatikan bahwa partikel tanah liat tidak berperilaku seperti yang saya harapkan. Alih-alih menyerap obat, tanah liat justru menarik tetesan lemak dan menyerapnya," kata Tahnee Dening kepada Science Daily.

Nantinya, material tanah liat tidak hanya menjebak lemak di dalam struktur partikel, tetapi juga mencegah lemak agar tidak diserap oleh tubuh dan memastikan lemak melewati sistem pencernaan. "Perilaku unik inilah yang segera memberi isyarat bahwa kita dapat melakukan sesuatu yang signifikan," tambah peneliti asal Australia tersebut.

Untuk sampai pada kesimpulan tersebut, peneliti memberi makan tiga kelompok tikus lab yang diet tinggi lemak dengan tiga suplemen penurun berat badan seperti montmorillonit, plasebo, dan orlistat.

Tikus-tikus tersebut dipantau selama dua minggu. Setelah menganalisis data, peneliti menemukan bahwa tanah liat dan orlistat memiliki efek penurunan berat badan pada tikus, namun tanah liat jauh lebih efektif daripada obat.

"Tanah liat olahan kami memiliki luas permukaan yang luar biasa tinggi yang berarti memiliki kapasitas besar untuk berinteraksi dan menyerap lemak dan minyak yang tercerna yang ada dalam makanan yang kita makan," kata Tahnee Dening.

Kata Dening lagi, manusia telah mengonsumsi kotoran selama ribuan tahun, dan meskipun dalam sebagian besar budaya hal tersebut dianggap sebagai gangguan makan, bisa jadi hal tersebut menjadi jawaban melawan masalah obesitas dan mengalami penurunan berat badan.

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini