Perusahan Jepang Klaim Menemukan Ramuan Cinta

Sebuah perusahan pakai dalam asal Jepang menuai kontroversi karena mengklaim telah menemukan suplemen cinta.

Suara.Com
Dythia Novianty | Risna Halidi
Perusahan Jepang Klaim Menemukan Ramuan Cinta
Ilustrasi ramuan cinta. [Shutterstock]

Suara.com - Sebuah perusahan pakai dalam asal Jepang, Peach John menuai kontroversi karena mengklaim telah menemukan suplemen cinta.

Suplemen atau ramuan cinta tersebut telah dijual di toko online mereka dan diklaim dapat “membangkitkan hasrat perempuan dan lelaki” setelah dikonsumsi.

Meski itu bukan produk suplemen cinta pertama di Jepang, tetapi nyatanya produk itu menuai reaksi keras dari masyarakat setempat.

Hal ini terjadi lantaran deskripsi penggunaan produk yang ditulis dalam situs web resmi, menganjurkan penggunanya memasukkan suplemen secara diam-diam ke makanan pasangan.

"Jika menurut Anda melakukannya secara terbuka akan memalukan, coba diam-diam campur Ramuan Cinta ke dalam makanan atau permen yang akan mereka (pasangan) makan. Maka Anda dapat melihat apakah mereka memperhatikan atau tidak."

Mereka juga mempromosikan Ramuan Cinta dengan mengatakan, "Kami merekomendasikan untuk diam-diam mencampurkannya ke dalam makanan atau minuman seseorang."

Menurut masyarakat, himbauan tersebut merupakan bentuk pemasaran obat pemerkosaan secara terang-terangan.

Menanggapi kritik, pada 9 Januari lalu Peach John memosting permintaan maaf di situs webnya.

"Kami telah sangat menyinggung banyak pelanggan kami dan kami sangat meminta maaf. Kami telah menghapus pernyataan ofensif. Penjualan Ramuan Cinta, yang dimulai sejak November, juga telah dihentikan," kata mereka.

Pada deskripsi produk, ditulis kalau suplemen ini mencantumkan bahan-bahan utama seperti kakao, maca, mucuna, dan dekstrin.

Tetapi Keizo Umegaki, seorang profesor ilmu diet dan ilmu kesehatan terapan di Universitas Showa Wanita Tokyo mengatakan bahwa efek-efek yang ada pada iklan, tidak dapat dievaluasi secara ilmiah. [Soranews]

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini