Sabtu, 16 Februari 2019

Finalis Go Ahead Challenge Realisasikan 'Makanan Glow In The Dark'

Bagaimana sih tren 'Makanan Glow In The Dark' yang dilakukan finalis Go Ahead Challenge?

Suara.Com
Silfa Humairah Utami | Firsta Nodia
Finalis Go Ahead Challenge Realisasikan 'Makanan Glow In The Dark'
finalis Go Ahead Challenge lakukan tren 'Makanan Glow In The Dark'. (Suara.com/Firsta Putri Nodia)

Suara.com - Finalis Go Ahead Challenge Realisasikan ' Makanan Glow In The Dark'.

Setiap tahun tren makanan dan minuman selalu berkembang. Jika makanan dengan sentuhan pelangi marak 2-3 tahun ke belakang, maka makanan glow in the dark diprediksi akan menjadi kuliner yang ngetren di beberapa tahun mendatang.

Nah Ali Tasmin, finalis Go Ahead Challenge asal Jambi mencoba mewujudkan tren tersebut. Ya, Ali merupakan 1 dari 18 finalis yang berhasil masuk ke babak awarding night yang berlangsung pada Sabtu (26/1/2019).

Ali mengatakan bahwa Ia berusaha menggabungkan subculture visual art dengan culinary, menjawab tantangan yang diberikan para kurator.

"Saya memang doyan masak dan saya suka gambar. Saya punya ide untuk menggabungkan unsur visual art ke makanan lewat konsep glow in the dark. Jadi glow in the dark tidak hanya bisa dinikmati tapi juga dimakan," ujar Ali dalam Go Ahead Challenge Artwarding Night di Jakarta, Sabtu (26/1/2019).

Ali mengatakan bahwa dirinya melakukan riset untuk mencari tahu bahan makanan yang bisa menyala dalam gelap atau glow in the dark. Naufal Abshar sebagai kurator Visual Art pun mengapresiasi karya Ali yang berjudul Ruang Asterisme ini. Menurut dia, idenya menarik karena bisa mewujudkan imaji visual untuk menjadi sesuatu yang bisa dikonsumsi.

Dalam kesempatan yang sama, Martin Natadipraja yang bertindak sebagai kurator kuliner mengatakan bahwa makanan seperti ini memang belum populer di Indonesia.

Ia berharap Ali bisa merealisasikan tren kuliner ini setelah lulus dari ajang Go Ahead Challenge ini.

"Glow food ini di Indonesia belum common. Yang dia lakukan disini sudah hampir merealisasikan ide dia karena sebenarnya butuh pemikiran panjang. Ali membuktikan karya apapun sebenarnya possible," imbuh Martin.

Proses pencarian pemenang Go Ahead Challenge 2018 'Karya Gak Tau Batas' sendiri telah dimulai ketika 18 peserta mengikuti Creative Academy dan melakukan sesi one on one mentoring secara intens bersama para kurator. Para finalis datang dari berbagai daerah dengan skill dan passion yang berbeda satu sama lain.

Bukan hanya karya Ali yang terlihat unik di area pameran Artwarding Night Go Ahead Challenge 2018 Karya Gak Tau Batas. Karya finalis lain juga terlihat menarik dengan perpaduan berbagai teknik dan cerita di balik masing-masing karya. Mulai dari instalasi seni berpadu dengan alunan musik, karya mural disorot dengan video mapping, video musik dari goresan warna, hingga makanan yang tersaji dibalut oleh desain grafis unik.

Demi merayakan dan mengapresiasi seluruh karya serta perjalanan para finalis, pada Artwarding Night Go Ahead Challenge 2018 yang diselenggarakan oleh Level7 turut dimeriahkan oleh penampilan musik yang penuh inspirasi. Hadir di antaranya Crayola Eyes, Feast, Onar, dan penampilan spesial kolaborasi dari Wake Up Iris! (2017) dan Rein M (2018). Selain menampilkan karya-karya berani, mereka dan seluruh insan kreatif lainnya berkumpul untuk menyaksikan penobatan pemenang dari ajang Go Ahead Challenge 2018 Karya Gak Tau Batas.

"Para pemenang Go Ahead Challenge 2018 Karya Gak Tau Batas nantinya akan mendapat aspirasional rewards untuk terus mengembangkan potensi diri serta karya yang mereka kerjakan, dan memiliki kesempatan untuk belajar mengenal real life creative industry yang didampingi langsung oleh para kurator," tandas Widi Puradireja, selaku kurator musik.

Bagaimana dengan kamu, tertarik ikuti tren ' Makanan Glow In The Dark ' yang diikuti finalis Go Ahead Challenge?

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini