Keindahan Desa Geamana Tinggal Kenangan

Bagaimana kondisi Desa Geamana setelah terkena limbah beracun?

Suara.Com
Silfa Humairah Utami
Keindahan Desa Geamana Tinggal Kenangan
Keindahan Desa Geamana dicemari danau beracun. (Intagram/@nadircaribb)

Suara.com - Keindahan Desa Geamana Tinggal Kenangan.

Pemandangan hijau dan alam yang segar pernah menjadi bagian dari Desa Geamana.

Desa Geamana awalnya merupakan permukiman berlanskap alam menakjubkan yang dihuni oleh banyak warga Rumania.

Kebahagiaan tersebut tak berlangsung lama, pada 1977 diktator Rumania bernama Nicolae Ceausescu memutuskan untuk mengeksploitasi deposit tembaga besar di bawah tanah.

Yang menyedihkan lagi, pemerintah memaksa penduduk Desa Geamana untuk meninggalkan rumah mereka.

Dilansir Guideku dari ZME Science, hal ini dilakukan demi memberikan jalur bagi limbah beracun dari lubang penambangan Rosia Poieni.

Kurang lebih 400 keluarga dievakuasi, Desa Geamana dijadikan danau buatan untuk menampung lumpur yang terkontaminasi tambang.

Danau beracun ini tumbuh dan menelan bangunan-bangunan di Desa Geamana.

Banyak penduduk Desa Geamana berpikir bahwa dengan mereka setuju untuk pindah, warga akan menjadi kaya , seperti yang dijanjikan pemerintah.

Mereka dipindahkan dan hanya menerima tanah serta sedikit uang untuk mengatasi masalah mereka.

Hingga kini masih ada 20 rumah yang tinggal di sekitar danau beracun ini.

Air danau sangat beracun karena tercampur dengan sianida serta bahan kimia lain.

Rumah mereka kebetulan sedikit lebih tinggi di atas bukit.

Penduduk setempat mengatakan bahwa memang sudah takdir mereka berada di sana.

Tentu warga Desa Geamana sangat kesal karena pihak berwenang tak menepati janji mereka.

Gereja dan makam di Desa Geamana juga batal untuk dipindahkan.

Tak banyak yang tersisa dan terlihat hanyalah rumah tak berpenghuni dan menara gereja saja di Desa Geamana ini.

Sungguh hal ini sangat disayangkan,  semoga tidak ada akan lagi desa yang mengalami nasib berubah menjadi danau beracun seperti keindahan Desa Geamana yang tinggal kenangan ini ya. (Arendya Nariswari)

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini