Alamak, Baru Tiga Menit Menikah Sudah Minta Cerai

Apa yang membuat perempuan ini minta cerai setelah beberapa menit menikah?

Suara.Com
Silfa Humairah Utami | Risna Halidi
Alamak, Baru Tiga Menit Menikah Sudah Minta Cerai
Ilustrasi perempuan menikah hanya beberapa menit dan minta cerai. (Unsplash/Steinar Engeland)

Suara.com - Alamak, Baru Tiga Menit Menikah Sudah Minta Cerai.

Pasangan pengantin asal Kuwait membuat sejarah dengan menyabet gelar sebagai salah satu pasangan dengan masa pernikahan terpendek di dunia, hanya tiga menit!

Bulan lalu, media Kuwait ramai memberitakan mengenai perempuan yang meminta cerai karena dihina oleh suaminya sendiri.

Semua berawal ketika si mempelai perempuan hendak keluar dari gedung pernikahan sesaat setelah menikah dan malah tersandung.

Alih-alih membantu istri sahnya berdiri, si pengantin laki-laki malah menyebut istrinya "bodoh".

Sontak si perempuan merasa tersinggung dan malu, jadi ia berbalik dan meminta hakim untuk membatalkan pernikahan mereka di tempat, saat itu juga, tiga menit setelah sah di mata negara dan agama!

Menurut Q8 News, ini adalah salah satu kasus perceraian tercepat dalam sejarah Kuwait dan mungkin juga di seluruh dunia.

Berita perceraian yang memecahkan rekor ini telah beredar luas di Twitter minggu lalu. Sebagian besar komentator online bercanda dan mencemooh pasangan tersebut karena dianggap telah menyia-nyiakan waktu sang hakim.

Namun, beberapa orang lainnya memihak mempelai perempuan dan mengatakan bahwa ia telah melakukan hal yang benar.

Jika pengantin laki-laki berani menghinanya bahkan sesaat setelah menikah, siapa yang bisa jamin apa yang akan ia lakukan nanti?

"Jika ini adalah cara dia bertindak benar di awal, lebih baik tinggalkan dia," komentar seorang pengguna Twitter.

"Perkawinan tanpa rasa hormat, adalah pernikahan yang gagal sejak awal," tambah lainnya dilansir dari Odditycentral.

Meski demikian, beberapa orang mencurigai bahwa pengantin hanya mencari alasan untuk bisa bercerai dengan cepat.

Apalagi Kuwait termasuk negara yang memberikan bantuan keuangan kepada pasangan yang baru menikah, namun peraturan tersebut juga telah menyebabkan tingkat perceraian di negara Timur Tengah tersebut meroket tajam.

Banyak anak muda yang memutuskan menikah hanya untuk mendapat manfaat dari insentif negara dan kemudian dengan cepat mengajukan cerai.

Ini jelas bukan satu-satunya penyebab perceraian di Kuwait, tetapi bisa jadi salah satu alasan yang paling mengkhawatirkan, kan dengan memutuskan menikah untuk mendapatkan sesuatu?

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini