Kecenya Fesyen Ramah Lingkungan Ala Italia di Museum Nasional

Bagaimana fesyen ramah Lingkungan ala Italia di museum nasional?

Suara.Com
Silfa Humairah Utami | Dinda Rachmawati
Kecenya Fesyen Ramah Lingkungan Ala Italia di Museum Nasional
Pameran fesyen industri mode Italia di Museum Nasional. (Suara.com/Dinda Rachmawati)

Suara.com - Kecenya Fesyen Ramah Lingkungan Ala Italia di Museum Nasional.

Industri mode Italia, yang berpusat di Kota Milan, tak hanya menunjukan keindahan karya mode yang luar biasa, tapi juga fokus pada pemeliharaan lingkungan, yang dipercaya sebagai simbol keindahan dalam tradisi di Italia.

Tak heran, kata Duta Besar Italia untuk Indonesia, Vittorio Sandalli, jika semakin banyak pemain di industri mode Italia, terus menerus berfokus pada inovasi dan pencarian produk alami dan khas dari Italia.

"Di Milan, para pemain industri kreatif di bidang mode, mendirikan sebuah pusat penelitiannya, di mana mereka meneliti berbagai bahan pakaian yang bersahabat denga lingkungan," ungkapnya saat ditemui dalam Pameran Seni 'Italy: The Beauty of Knowledge' di Museum Nasional pada Rabu (5/3/2019).

Contoh spesifiknya, lanjut dia adalah material baju yang berasal dari kulit jeruk, cangkang kerang, tulang ikan hingga produk yang berasal dari produksi arak anggur Italia.

Melalui aplikasi dan teknik teknologi mutakhir, kata Nicola Bianchi, Scientific Attache dari Kedutaan Besar Italia menjelaskan, seluruh komponen biomassa diekstraksi dan dipulihkan sehingga limbahnya dapat dimanfaatkan.

"Secara khusus suatu teknologi sudah dikembangkan dan dipatenkan untuk memproduksi bahan teknis biologis yang berasal dari biomassa industri pembuatan arak anggur, ampas anggur, yang merupakan bahan mentah nabati, yang terdiri dari kulit, biji dan tangkai," jelas Nicola.

Proses produktif dimulai dari pemerasan anggur dan pemisahan ampasnya, yang kemudian dikeringkan. Kemudian, jelas Nicola, melalui proses fisik dan mekanis yang telah dipatenkan, dibuatlah sebuah campuran yang dibentangkan hingga berwujud kain.

"Dengan cara ini, industri mode atau fesyen Italia dapat mengurangi produk turunan agroindustri menjadi limbah dan mengubahnya menjadi bahan bernilai tinggi," tutur Nicola saat pameran di Museum Nasional, Jakarta.

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini