Selfie Dysmorphia, Fenomena Kaum Hawa Ingin Mirip Filter Instagram

Sebagian orang merasa dirinya cantik ketika berfoto dengan filter Instagram.

Suara.Com
Vania Rossa | Firsta Nodia
Selfie Dysmorphia, Fenomena Kaum Hawa Ingin Mirip Filter Instagram
Ilustrasi operasi plastik. (Shutterstock)

Suara.com - Operasi plastik tampaknya kini sudah menjadi kebutuhan bagi masyarakat dunia. Teknologi bedah yang semakin berkembang dan minimal invasif membuat kaum hawa tak lagi takut mengubah bentuk tubuh mereka. Yang terbaru adalah tren selfie dysmorphia, di mana perempuan ingin mengubah wajahnya demi mirip filter Instagram.

Ya, Dokter Terry Dubrow dan Paul Nassif di acara bedah kosmetik Botched baru-baru ini menyinggung tentang fenomena yang mulai muncul beberapa tahun terakhir ini. Selfie dysmorphia membuat seseorang ingin agar wajah mereka mirip dengan filter dalam aplikasi seperti Instagram dan FaceTune.

"Melalui media sosial, dan orang-orang mengambil foto diri mereka sendiri, mereka melihat versi diri mereka yang super ideal lewat filter di media sosial. Dulu orang ingin terlihat seperti selebritis tertentu atau memperbaiki benjolan di hidung mereka, sekarang orang ingin terlihat seperti filter," ujar dia, seperti dilansir dari Newsweek.

Di kalangan masyarakat Amerika, operasi plastik untuk pembesaran payudara ternyata menjadi yang paling banyak dilakukan oleh para kaum hawa.

Hasil ini terungkap melalui penelitian yang dilakukan oleh American Society of Plastic Surgeons (ASPS). Penelitian menyebut operasi pembesaran payudara telah dilakukan lebih dari 17,7 juta orang pada 2018.

Kemudian diikuti oleh prosedur sedot lemak yang dilakukan sebanyak 258.558 kali. Di tempat ketiga menyusul operasi pemancungan hidung yang dilakukan 213.780 kali, kemudian diikuti dengan operasi kelopak mata sebanyak 206.529 kasus.

Jika ditotal, ahli bedah telah melakukan lebih dari 1,8 juta prosedur invasif sepanjang 2018. Presentase operasi pembesaran payudara naik 4 persen dari tahun sebelumnya dan sedot lemak 5 persen.

Namun, jumlah tindakan operasi hidung turun 2 persen, dan operasi kelopak mata turun sebesar 1 persen. Sayangnya penelitian ini tidak mengungkap alasan mengapa prosedur pembesaran payudara lebih populer daripada yang lain.

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini