Ini Alasan Mengapa Generasi Milenial Harus Melek Finansial

Generasi milenial harus melek finansial demi masa depan.

Suara.Com
M. Reza Sulaiman | Firsta Nodia
Ini Alasan Mengapa Generasi Milenial Harus Melek Finansial
Forward, gerakan agar generasi milenial bisa melek finansial. (Dok. Forward)

Suara.com - Ini Alasan Mengapa Generasi Milenial Harus Melek Finansial

Jouska Indonesia, Financial Advisor Independen (IFA) menjadi buah bibir di media sosial sejak unggahannya dianggap 'menampar' pengguna media sosial agar melek finansial. Ya, lewat Instagram, Jouska mengajak masyarakat terutama generasi milenial agar mampu mengelola keuangan dengan baik.

Baru-baru ini mereka juga mencetuskan Forward, sebuah gerakan independen yang mengajak masyarakat untuk bergerak maju dan menciptakan suatu perubahan untuk membuat Indonesia yang lebih baik.

Disampaikan Aakar Abyasa Fidzuno, sebagai sang penggagas, Forward bukanlah sekedar konferensi, seminar atau konser namun gerakan untuk memulai perubahan dengan menghadirkan berbagai inspirasi dan ide segar.

"Indonesia akan moving forward ketika masyarakatnya kuat secara finansial. Kuat secara finansial akan terwujud jika secara bersamaan masyarakat melakukan upgrade skill dan knowledge secara simultan dan diimbangi dengan paham finansial. Tujuan dari FORWARD movement adalah mencetak the real agents of change," ujar Abyasa dalam keterangan resmi yang diterima Suara.com.

Dalam kesempatan yang sama, Gary Vaynerchuk, CEO dan pendiri Vayner Media yang juga jadi pembicara di Forward menambahkan bahwa ia sangat senang dapat berbagi inspirasi lewat acara ini.

"Saya memiliki tujuan untuk membangun kehadiran VaynerX secara global dan masuk akal untuk berada di sini. Saya dengan senang hati dapat berbicara dengan para audiens dan memberikan nilai," ujar Gary Vaynerchuck.

Milenial berpotensi jadi Generasi O. (Shutterstock)
Generasi milenial harus melek finansial. (Shutterstock)

Selain Gary Vaynerchuk, Forward juga menghadirkan Muhammad Lutfi, Menteri Perdagangan 2014 dan beberapa orang muda yang diakui berpengaruh dalam The World Economic Forum’s Young Global Leaders, yang akan membahas tentang Indonesia outlook hingga 2045 di tahun ke-100 Indonesia merdeka seperti Andandika Surasetja pemilik Studio Moral, Keenan Pearce CEO Makna Creative, Project Manager Forward, Farah Dini, serta Vikra Ijas, Co­founder Kitabisa.com.

Andandika, seorang creative director di industri fashion mengatakan bahwa dirinya melihat potensi yang begitu besar di Indonesia. Dan untuk memulai kesuksesannya, Andandika memilih berkolaborasi lintas industri, lintas disiplin sehingga semua yang tak mungkin bisa menjadi nyata.

"Kita punya talent luar biasa dari berbagai industri ­ musik, film, teater, IT, fintech, apapun itu! Soal inspirasi kita bisa gali dari tradisi dan identitas budaya Indonesia, dan saat kita bicara soal masa depan kuncinya adalah inovasi," kata Andandika.

Sementara Keenan mengungkapkan bahwa sebagai seorang pengusaha, dia melihat Indonesia sebagai surga kesempatan sekaligus tantangan.

"Negara yang sangat kaya sumber usaha tapi kurang tenaga pengolahnya. Penting buat Indonesia punya event seperti ini, sehingga semua daya potensial anak muda Indonesia bisa lebih banyak muncul," ujar Keenan.

Project Manager Forward, Farah Dini mengatakan, Forward menjadi awal suatu gerakan untuk membuat perubahan yang berarti untuk Indonesia. Untuk mewujudkannya, ia menggabungkan lebih dari 100 anak muda berbakat dari berbagai latar belakang ilmu.

"Setiap orang harus paham bahwa mereka memiliki peranan penting untuk turut berkontribusi terhadap perekonomian negara, dan itu semua diawali dari perubahan pada diri sendiri. Event ini ditujukan untuk masyarakat yang ingin terus bergerak maju bersama, dan selalu mengupgrade diri untuk menjadi Global Talent," tandas Farah.

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini