Risih Pakai Kondom? Gel Kontrasepsi untuk Lelaki akan Diluncurkan Lho

Bagaimana menggunakan gel kontrasepsi pengganti kondom ini?

Suara.Com
Silfa Humairah Utami
Risih Pakai Kondom? Gel Kontrasepsi untuk Lelaki akan Diluncurkan Lho
Ilustrasi akan ada gel kontrasepsi pengganti kondom. (Shutterstock)

Suara.com - Risih Pakai Kondom? Gel Kontrasepsi untuk Lelaki akan Diluncurkan.

Pada umumnya, lelaki hanya mengenal kondom untuk mencegah kehamilan pada pasangannya. Namun, tidak sedikit yang mengeluh tidak nyaman menggunakannya.

Kini ada solusi mencegah kehamilan pada pasangandengan menggunakan gel kontrasepsi bagi laki-laki dilansir Hello Sehat.

National Institute of Child Health and Human Development (NICHD) mengembangkan alat kontrasepsi baru untuk laki-laki, yaitu gel kontrasepsi. Metode yang dikenal juga dengan NEST ini mengandung progestin sintesis yang disebut segesteron asetat (nestorone), testosteron sintesis, dan hormon estradiol.

Umumnya estradiol digunakan untuk kontrasepsi perempuan untuk menghentikan produksi sel telur. Namun, Dr. Eilliam Bremmer dari Fakultas Kedokteran University of Washington memaparkan jika hormon ini juga bisa memberikan pengaruh yang sama pada laki-laki sehingga digunakan sebagai kombinasi NEST.

Cara kerjanya, progestin dan estradiol akan memblokir produksi testosteron alami di testis, mengurangi produksi sperma ke level sangat rendah. Meski testosteron diblokir, akan ada testosteron pengganti dari gel yang akan menjaga kadar testosteron dalam darah tetap berfungsi. Salah satunya mempertahankan gairah seks.

Diana Blithe, PhD, Kepala Program Pengembangan Kontrasepsi NICHD mengatakan, “Metode kontrasepsi ini cukup aman, efektif, dan dapat membantu menjaga produktivitas dan kesehatan pria.”

Nesteron dapat bekerja dengan baik dan bertahan lebih lama jika dioleskan ke kulit. Itulah sebabnya nesteron dibuat dalam bentuk gel sama seperti pelumas seks. Meski bentuknya sama, cara penggunaanya tidak dioleskan pada penis. Jadi, jangan sembarangan menggunakan alat kontrasepsi laki-laki ini.

Pastikan Anda mencuci tangan dulu sebelum menggunakan gel ini. Keluarkan gel dari wadahnya sebanyak setengah sendok teh dan oleskan pada bahu dan punggung secara merata.

Mengoleskan gel sebaiknya tidak perlu dibantu dengan pasangan. Pasalnya, dikhawatirkan paparan hormon-hormon dalam gel juga akan meresap ke kulit pasangan.
Jika terlanjur terkena gel, pasangan harus segera mencuci tangan hingga bersih untuk menghindari paparan yang lebih besar.

Gel dapat menekan jumlah sperma hingga 72 jam saja. Jika di hari ketiga, keempat, dan seterusnya gel tidak digunakan, maka fungsi gel tidak akan efektif.

Meski sudah diuji sebelumnya, masih diperlukan penelitian lebih dalam mengenai alat kontrasepsi untuk laki-laki ini. Untuk mengetahui efek samping yang mungkin terjadi.

Mungkin butuh waktu menunggu alat kontrasepsi ini dipasarkan ke masyarakat secara luas.

Selain belum dipasarkan, peneliti juga belum menyarankan penggunaan gel kontrasepsi sebagai pengganti kondom. Pasalnya, selain mencegah kehamilan, kondom juga mampu mencegahan penyakit menular seksual. Untuk itu, perlu juga penelitian lebih mendalam untuk membandingkan efektivitas gel dan kondom dalam mencegahan penyakit menular seksual.

Sudah tidak sabar menggunakan produk gel kontrasepsi sebagai pengganti kondom ini? Kita tunggu saja pemasarannya sampai di Indonesia. 

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini