Isu Rasisme, Sosialita Singapura Sakit Hati dengan Sikap Dolce & Gabbana

Jamie Chua, sosialita Singapura, akan bersihkan rumahnya dari produk Dolce & Gabbana.

Suara.Com
Vania Rossa | Rima Suliastini
Isu Rasisme, Sosialita Singapura Sakit Hati dengan Sikap Dolce & Gabbana
Rumah mode Dolce & Gabbana. (Instagram/@dolcegabbana)

Suara.com - Isu rasisme yang melibatkan duo desainer Domenico Dolce dan Steffano Gabbana pada akhir tahun lalu masih terus berlanjut. Kala itu, Dolce & Gabbana menggunakan model berdarah China untuk iklan yang dianggap merendahkan China.

Dalam iklan itu, seorang gadis berbaju khas China terlihat kesulitan mengambil makanan Italia seperti pizza dan cannoli dengan sumpit.

Iklan berbau rasisme itu kemudian menuai buntut panjang, mulai dari fashion show Dolce & Gabbana yang ditolak di Shanghai, hingga berhentinya berbagai e-commerce di China dan Hong Kong dalam menjual produk Dolce & Gabbana.

Dan bukannya meminta maaf, Stefano malah mengatakan bahwa China mirip kotoran dan melontarkan berbagai pernyataan rasis lainnya.

Hal ini tentu membuat Jamie Chua, pengusaha sekaligus sosialita cantik asal Singapura, marah dan muak. Sahabat Maia Estianty ini pun memutuskan untuk mulai membuang produk-produk papan atas tersebut dari rumahnya.

Sosialita Singapura, Jamie Chua.  (Instagram/@ec24m)
Sosialita Singapura, Jamie Chua. (Instagram/@ec24m)

"Aku merasa jijik dengan komentar-komentarnya," kata Jamie pada South China Morning Post.

Dan seperti dilansir dari Dewiku, Jamie Chua saat ini sudah memberikan tugas baru pada asisten rumah tangganya untuk menyingkirkan produk-produk Dolce & Gabbana.

Sebagai perempuan keturunan China, Jamie merasa terganggu dengan isu rasisme produk tersebut. Jamie Chua merasa sikap Dolce & Gabbana telah membuatnya sakit hati.

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini