Cek Fakta

7 Mitos Fakta Soal Kontrasepsi Darurat yang Jarang Diketahui

Simak mitos fakta seputar kontrasepsi darurat.

Suara.Com
Vania Rossa | Vessy Dwirika Frizona
7 Mitos Fakta Soal Kontrasepsi Darurat yang Jarang Diketahui
Ilustrasi kontrasepsi darurat. (shutterstock)

Suara.com - Orang awam mengenal kontrasepsi darurat dengan nama morning after pill. Apapun namanya, kontrasepsi darurat digunakan ketika Anda berhubungan seks tanpa menggunakan kontrasepsi reguler, atau saat terjadi kegagalan pada kontrasepsi reguler.

Efektivitas kontrasepsi darurat ini berlangsung selama 120 jam atau lima hari. Semakin cepat diminum, semakin tinggi efektivitasnya.

Namun, di balik manfaat yang bisa didapat dari kontrasepsi darurat, ada beberapa mitos yang berkembang. Apa saja? Simak ulasan soal mitos fakta kontrasepsi darurat yang dipaparkan dokter spesialis kandungan, dr. Tirsa, Sp.OG.

Mitos
Pil kontrasepsi darurat adalah obat aborsi.
Fakta
Pil hormon ini bukan obat aborsi dan tidak bisa digunakan untuk aborsi. Pil bekerja dengan cara memperlambat pelepasan sel telur dari ovarium, sehingga tidak terjadi pembuahan. Jika kehamilan terlanjur terjadi, maka konsumsi pil tidak akan menggugurkan janin.

Mitos
Kontrasepsi darurat bisa diminum kapan saja.
Fakta
Pil ini bukan alat kontrasepsi regular, dan sifatnya hanya digunakan pada saat darurat. Pil ini paling efektif diminum segera setelah berhubungan seks tanpa pengaman, atau ketika kondom bocor, Anda lupa minum pil KB regular, atau melewatkan jadwal suntik.

Mitos
Pil kontrasepsi darurat bikin sulit hamil.
Fakta
Cara kerja pil kontrasepsi darurat adalah menunda pelepasan sel telur dan membantu mencegah peletakan sel telur yang dibuahi ke dinding rahim. Efek tersebut hanya terjadi pada saat pil dikonsumsi, tidak pada saat lainya. Jadi, perempuan tetap bisa hamil kapan saja ketika tidak mengonsumsi pil kontrasepsi darurat.

Mitos
Bisa digunakan sebagai metode KB reguler.
Fakta
Sesuai peruntukannya, pil ini hanya bisa digunakan saat terjadi kondisi darurat, seperti tidak menggunakan alat kontrasepsi saat berhubungan, kondom bocor atau terlepas, lupa minum pil KB selama dua hari berturut-turut, dan terlewat jadwal suntik. Jika frekuensi hubungan terbilang sering, sebaiknya pilih metode kontrasepsi reguler (pil KB, suntik, implan, IUD, atau kondom).

Mitos
Pil kontrasepsi darurat tidak bisa dikonsumsi lebih dari satu kali dalam siklus menstruasi yang sama.
Fakta
Pil kontrasepsi darurat bisa dikonsumsi lebih dari satu kali dalam siklus menstruasi yang sama. Namun, hal ini tidak direkomendasikan. Sesuai namanya, pil ini tidak untuk dipakai berulang-ulang seperti alat kontrasepsi rutin. Untuk perlindungan rutin, lebih baik memilih pil KB reguler atau alat kontrasepsi lain.

Mitos
Ibu menyusui tidak boleh minum pil kontrasepsi darurat.
Fakta
Pil hanya mengandung hormon progesteron, sehingga aman untuk ibu menyusui karena tidak mengganggu produksi dan kualitas ASI.

Mitos
Sesuai namanya, morning after pill, pil kontrasepsi darurat hanya efektif jika diminum pagi hari.
Fakta
Pil kontrasepsi darurat tidak mesti diminum pada pagi hari setelah melakukan hubungan intim tanpa pengaman. Pil ini tetap bekerja efektif jika diminum dalam kurun waktu 120 jam atau lima hari setelah melakukan hubungan seks tanpa menggunakan alat kontrasepsi apapun. Meski begitu, semakin cepat diminum, semakin cepat pula efektivitasnya dalam mencegah kehamilan.

Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini