Mandi Khusus Jelang Ramadan, Ini 3 Tradisi Unik Orang Indonesia

Apa makna tradisi mandi khusus jelang Ramadan di beberapa daerah di Indonesia?

Suara.Com
Silfa Humairah Utami
Mandi Khusus Jelang Ramadan, Ini 3 Tradisi Unik Orang Indonesia
Ilustrasi tradisi mandi khusus jelang Ramadan orang Indonesia di beberapa kota. (Shutterstock)

Suara.com - Mandi Khusus Jelang Ramadan, Ini 3 Tradisi Unik Orang Indonesia.

Tidak terasa Ramadan sudah di depan mata. Berbagai macam tradisi pun dilakukan untuk menyambut Ramadan, dan Suara.com merangkum tradisi unik di Indonesia yang masih dilakukan masyarakat di beberapa daerah sejak dulu hingga sekarang.

Pangir , mandi wangi di Sumatera Utara

Tradisi pangir atau mandi daun wewangian di Sumatera Utara. (Instagram/@medanmetropolis)
Tradisi pangir atau mandi daun wewangian di Sumatera Utara. (Instagram/@medanmetropolis)

Sumatera Utara cukup luas dan tradisi pangir cukup dijalankan masyarakatnya hampir di tiap sudut kabupaten sejak puluhan tahun lalu untuk sambut Ramadan.

Biasanya 1-2 hari jelang puasa, umat Muslim melaksanakan tradisi mandi pangir atau marpangir.

Apa sih pangir itu? Hanya dikenal dan dilakukan di Sumatera Utara, banyak masyarakat di luar Sumut yang tidak tahu apa tradisi tersebut. Pangir berisi daun pandan wangi, serai, daun kalkausar, dan beberapa daun lainnya yang diyakini dapat membersihkan seluruh tubuh dan memberikan wewangian yang segar dan alami.

Jadi maknanya menghadap atau sambut Ramadan dalam keadaan bersih dan wangi dengan menggunakan bahan alami.

Biasanya jelang Ramadan, pedagang musiman pangir akan muncul di sepanjang jalan, pasar hingga di tempat ibadah. Pangir dijual seikatnya Rp 2.000-Rp 5000 tergantung besarnya ikatan.

Cara membuat pangir,  daun-daunan tersebut direbus hingga mendidih agar menghasilkan aroma wangi dan dicampur dengan air dingin untuk mandi dan dipakai untuk bilasan terakhir saat mandi.

-Padusan di Jawa Tengah dan Jawa Timur

Tidak hanya Sumatera Utara yang memiliki tradisi menyucikan diri dengan mandi khusus. Di Jawa Tengah dan Jawa Timur ada tradisi yang disebut Padusan.

Dalam artian luas, tradisi ini berarti membersihkan diri rohani dan jasmani sehingga saat sambut Ramadan.

Adapun kebiasaany tersebut dilakukan dengan menceburkan diri ke mata air atau sungai terdekat dan mandi disana.

Tradisi Padusan ini disebarkan oleh Wali Songo yakni sembilan ulama yang dianggap sangat berjasa dalam menyebarkan ajaran agama islam di Nusantara termasuk pulau Jawa.

Balimau di Sumatra Barat

Tradisi balimau di kalangan masyarakat Minang. (Foto: Antara)
Tradisi balimau di kalangan masyarakat Minang. (Foto: Antara)

Sambut bulan Ramadan, sama halnya dengan masyarakat Sumatera Utara, Jawa Tengah dan Jawa Timur, masyarakat Minangkabau juga memiliki ritual Balimau yaitu tradisi mandi khusus sebelum bulan puasa.

Bukan dedaunan wangi seperti pangir melainkan memakai air jeruk nipis yang dilakukan di tempat dengan aliran sungai atau tempat pemandian.

Mengapa memakai jeruk nipis? Ini tidak terlepas dari tradisi berabad-abad silam di mana ketika itu masyarakat belum mengenal sabun seperti saat ini. Sehingga, jeruk nipis atau limau menjadi pilihan membersihkan diri.

Ya, apapun kebiasaan mandi khusus di beberapa daerah yang dilakukan orang Indonesia di atas hanya tradisi untuk melestarikan kebiasaan dari tahun ke tahun  bahkan dari abad ke abad. Unik ya. 

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini