Lagi Tren Minum Jus Seledri, Benarkah Berkhasiat?

Minum jus seledri dipopulerkan oleh selebgram di media sosial.

Suara.Com
Vania Rossa | Firsta Nodia
Lagi Tren Minum Jus Seledri, Benarkah Berkhasiat?
Ilustrasi jus seledri. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Akhir-akhir ini, jagat media sosial diramaikan dengan tren mengonsumsi jus seledri. Para selebgram bahkan mencontohkan bagaimana cara membuat jus seledri yang disebut-sebut dapat mencegah berbagai penyakit, termasuk kanker.

Sontak saja klaim ini menjadi tren baru di kalangan kaum hawa. Seledri yang dimaksud pun bukan jenis lokal, melainkan impor. Berbagai supermarket kini menyediakan seledri stick impor demi memenuhi permintaan pasar.

Pertanyaannya, benarkah jus seledri berkhasiat untuk kesehatan? Dilansir dari Womenshealth, perwakilan dari The British Skin Foundation mengatakan bahwa meminum setengah liter jus seledri saat perut kosong seperti yang dianjurkan para pelaku tren ini justru dapat meningkatkan risiko penuaan dini, bahkan kanker kulit.

"Seledri diketahui mengandung psoralens yang dapat meningkatkan sensitivitas kulit Anda terhadap UVA sinar matahari," kata konsultan dermatologis dan juru bicara British Skin Foundation, Emma Wedgeworth.

Tanggapan ini datang setelah unggahan Kim Kardashian yang baru-baru ini mengumumkan akan menjajal tren ini untuk mengurangi gejala psoriasisnya.

"Sinar matahari UVA mengurangi peradangan psoriasis, jadi jika Anda minum banyak jus seledri dan duduk di bawah sinar matahari, mungkin ada reaksi di kulit. Tapi paparan UVA juga dapat meningkatkan penuaan dini dan risiko kanker kulit," jelas Wedgeworth.

Meski seledri mengandung banyak vitamin dan mineral penting, banyak ahli kesehatan tidak merekomendasikan untuk memakannya dalam bentuk cair setiap hari.

"Dengan klaim menyembuhkan penyakit yang berhubungan dengan kekebalan tubuh, mencegah kanker hanya dengan meminum jus seledri, sepertinya terlalu berlebihan," ujar ahli diet Natalie von Bertouch.

Natalie memastikan belum ada penelitian yang membuktikan khasiat dari jus seledri. Selain itu, mengonsumsi seledri dalam bentuk jus juga menghilangkan banyak serat makanan yang bermanfaat. Hal ini juga dapat berdampak negatif pada orang-orang yang mengonsumsi obat antikoagulan karena kandungan vitamin K yang tinggi dapat mempengaruhi pembekuan darah.

"Seledri memiliki FODMAP yang cukup tinggi sehingga dapat memperburuk gejala bagi pengidap sindrom iritasi usus. Saya memilih untuk makan seledri daripada meminumnya," kata Natalie.

Natalie menegaskan bahwa menjalani pola diet seimbang yang didominasi dengan makanan utuh adalah cara terbaik untuk mendapatkan tubuh yang sehat dan bugar.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini