Tak Hanya Kecocokan, Pernikahan Bahagia Juga Ditentukan oleh Gen

Kualitas perkawinan juga dipengaruhi oleh faktor genetik Anda dan pasangan.

Suara.Com
Vania Rossa | Dinda Rachmawati
Tak Hanya Kecocokan, Pernikahan Bahagia Juga Ditentukan oleh Gen
Ilustrasi pasangan kekasih. [Shutterstock]

Suara.com - Pernikahan bahagia tak hanya bisa tercapai dengan rasa cinta, saling percaya, dan pengertian satu sama lain. Menurut peneliti, semuanya juga tergantung gen Anda dan pasangan.

Sebuah penelitian pernah mengungkap bahwa kualitas perkawinan juga dipengaruhi oleh faktor genetik dan bahwa oksitosin mungkin juga memengaruhi sikap pasangan yang saling mendukung satu sama lain.

Kesimpulan ini juga sejalan dengan penelitian terbaru yang mengatakan bahwa variasi pada gen spesifik yang terkait dengan fungsi oksitosin juga berdampak pada kualitas perkawinan secara keseluruhan.

Keduanya berhubungan dengan bagaimana pasangan saling memberikan dan menerima dukungan satu sama lain.

Studi ini mengevaluasi apakah berbagai genotipe - kombinasi genetik yang berasal dari oxytocin receptor gene (OXTR) - memengaruhi bagaimana pasangan saling mendukung satu sama lain, yang merupakan penentu utama kualitas pernikahan secara keseluruhan. OXTR menjadi sasaran karena terkait dengan regulasi dan pelepasan oksitosin.

"Gen penting ketika menyangkut kualitas perkawinan, karena gen relevan dengan siapa kita sebagai individu, dan karakteristik individu dapat memengaruhi pernikahan bahagia," kata Richard Mattson, Associate Professor dari Binghamton University di Amerika Serikat (AS). Untuk penelitian ini, tim menyertakan hampir 100 pasangan.

Setiap pasangan diminta secara individual mengungkapkan masalah pribadi mereka dan mendiskusikan sesuatu yang tidak ada kaitannya dengan pasangan atau keluarga pasangan mereka, seperti masalah di tempat kerja.

"Kami menemukan bahwa variasi di dua lokasi tertentu pada OXTR berdampak pada perilaku suami dan istri, dan bahwa perbedaan perilaku di antara pasangan memiliki efek kecil terhadap dukungan yang diberikan satu sama lain, dan dengan demikian juga berpengaruh pada kualitas perkawinan secara umum," tambah Mattson, seperti yang telah diterbitkan dalam Journal of Family Psychology, dilansir dari The Health Site.

Namun, kata para peneliti, semua ini berhubunhan dengan variasi genotipe yang ditemukan di antara suami di lokasi tertentu di OXTR.

Suami dengan gen tertentu merasa kurang puas dengan dukungan yang diberikan istri mereka. Hal ini memiliki kaitan dengan perasaan kurang puas dengan pernikahan mereka, kata Mattson.

Para peneliti berharap temuan mereka memberikan dasar untuk replikasi dan studi tambahan OXTR sebagai penentu pernikahan bahagia.

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini